Ini Motivasi Hanafi Rais Nyaleg di Yogya

Fahreza Rizky, Okezone · Jum'at 08 Februari 2019 12:30 WIB
https: img.okezone.com content 2019 02 08 606 2015206 ini-motivasi-hanafi-rais-nyaleg-di-yogya-TyJIthPKYk.jfif Hanafi Rais (Fahreza/Okezone)

JAKARTA - Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Ahmad Hanafi Rais mencalonkan diri kembali untuk jadi anggota legislatif pada Pileg 2019. Motivasinya maju adalah untuk membereskan sejumlah undang-undang yang belum terselesaikan pada periode sebelumnya.

Hanafi saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi I DPR yang membidangi urusan petahanan, luar negeri, komunikasi dan informatika, serta intelijen.

Di Pileg 2019, putra tokoh reformasi Amien Rais itu maju lagi sebagai caleg DPR RI dari PAN untuk daerah pemilihan (dapil) DI Yogyakarta (DIY).

"Saya lulusan hubungan internasional (HI). Saya melihat beberapa hal urgent yang belum diselesaikan pemerintah dan DPR dalam tugas legislasinya, seperti UU Penyiaran, Revisi UU Perjanjian Internasional, revisi UU ITE,” kata Hanafi saat berbincang dengan Okezone di ruang kerjanya, Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Rabu (6/2/2019).

Dia mencontohkan UU Penyiaran yang belum selesai. “Pada periode ini tidak selesai karena banyak urusan politik penyiaran," ujarnya.

Belum selesainya tugas legislasi di DPR itulah yang menyebabkan dirinya kembali mencalonkan diri sebagai anggota legislatif pada Pileg 2019 mendatang.

Pria kelahiran Chicago, Amerika Serikat (AS), itu ingin menghadirkan keadilan dalam tiap undang-undang yang dihasilkan oleh parlemen.

"Jadi beberapa hal yang masih dalam proses dan belum selesai kemudian menggerakan saya untuk maju kembali di legislatif. Tentu akan diusahakan," ucap Hanafi.

Dia mencontohkan, Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dinilai perlu direvisi supaya dimensi pasal 'karet' di dalamnya bisa diminimalisir atau bahkan dihilangkan.

Apalagi, pasal dalam beleid itu berpotensi disalahgunakan untuk kepentingan politik. Karenanya, Hanafi ingin melanjutkan tugasnya di DPR untuk 'membereskan' persoalan itu semua.

"Jadi running di 2019 itu ada relevansi dengan tugas-tugas yang belum selesai," ujar dia.

Selain ingin membereskan tugas legislasi yang belum tuntas di parlemen, Hanafi juga berikhtiar membawa amanat masyarakat Yogya di kursi dewan.

Pasalnya saat ini mayoritas masyarakat Kota Pelajar mengeluhkan mahalnya harga kebutuhan pokok dan sulitnya lapangan pekerjaan, lantaran kebijakan yang ada belum mampu menghadirkan solusi.

"Pemerintah pusat belum berhasil memberi rasa ayom dan ayem untuk masyarakat (Yogya). Karena itulah saya ingin merealisasikan kegundahan hati mereka lewat ranah legislatif," kata Hanafi.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini