Ketua Umum PA 212 Jadi Tersangka, TKN: Ulama Harusnya Menjunjung Tinggi Aturan

Fadel Prayoga, Okezone · Senin 11 Februari 2019 10:27 WIB
https: img.okezone.com content 2019 02 11 605 2016205 ketua-umum-pa-212-jadi-tersangka-tkn-ulama-harusnya-menjunjung-tinggi-aturan-55upXazFwK.jpg Slamet Ma'arif (ist)

JAKARTA - Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Ace Hasan Syadzily tak mengherankan bila Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212, Slamet Ma'arif ditetapkan menjadi tersangka oleh Polres Surakarta, Jawa Tengah dalam kasus dugaan pelanggaran pidana Pemilu.

Apabila Slamet Ma'arif merupakan seorang ulama, lanjut Ace, dia seharusnya menaati seluruh peraturan Pemilu 2019 yang telah disepakati. Ia menyayangkan, bila tokoh agama saja tak bisa menjadi teladan daripada umatnya.

 https://img-z.okeinfo.net/okz/500/library/images/2019/02/11/0oqa8kbl1ws7f6ie9u3j_19406.jpg

"Jangan mudah mengaku ulama. Ulama itu memiliki kedalaman pengetahuan. Ulama itu menjunjung tinggi aturan," kata Ace kepada Okezone, Senin (11/2/2019).

 Baca juga: Ketua Umum PA 212 Slamet Ma'arif Ditetapkan sebagai Tersangka

Menurut dia, kasus itu menjadi pelajaran penting untuk semua pihak agar tak lagi melakukan kampanye Pilpres di lapangan terbuka dengan kedok kegiatan agama. Sebab, kini belum waktunya untuk melakukan hal tersebut.

"Ini biar menjadi pembelajaran bagi siapa pun agar jangan gegabah menggunakan instrumen acara berbungkus agama untuk kampanye Pilpres," ujarnya.

Politikus Partai Golkar itu meminta kepada Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga untuk tak melakukan tudingan miring kepada Pemerintah Joko Widodo. Pihaknya memastikan tak akan merecoki ranah hukum yang sepenuhnya kewenangan aparat kepolisian.

Baca juga: Ketum PA 212 Slamet Ma'arif Jadi Tersangka, BPN Prabowo-Sandi Beri Bantuan Hukum

"Kita serahkan kepada mekanisme hukum yang berlaku. Kami tidak akan ikut campur terhadap proses hukum yang menimpa Slamet Ma’arif," tuturnya.

Seperti diketahui, penetapan status tersangka itu diamini oleh pengacara Slamet, Mahendradatta.

"Benar, sesuai surat panggilannya," ujar Mahendradatta kepada BBC News Indonesia, Senin (11/2/2019) dini hari WIB. Status tersebut juga dikonfirmasi Wakil Kapolres Surakarta, AKBP Andy Rifai.

 Baca juga: PA 212 Anggap Status Tersangka Slamet Ma'arif Bentuk Kriminalisasi Ulama

"Berdasarkan gelar perkara untuk melihat dari semua alat bukti, keterangan saksi, termasuk juga hasil pemeriksaan dari yang bersangkutan, penyidik menilai dan mengkaji melalui gelar perkara itu bahwa statusnya dinaikkan dari saksi menjadi tersangka," ujarnya kepada wartawan di Solo, Fajar Sodiq.

Dasar penetapan tersangka adalah Slamet diduga melakukan tindak pidana pemilu dengan melanggar Pasal 280 Ayat (1) huruf a, b, c, d, e, f, g, h, i, j tentang kampanye di luar jadwal yang telah ditetapkan oleh KPU, KPU Provinsi, dan KPU Kabupaten/Kota sebagaimana diatur Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

 Baca juga: Jokowi Sangat Kuasai Substansi Tema Debat Kedua

Dugaan tindak pidana pemilu itu disebut dilakukan Slamet dalam acara Tabligh Akbar PA 212 Solo Raya, di Jalan Slamet Riyadi, depan kantor BCA KCU Solo-Slamet Riyadi, Gladak, Kecamatan Pasar Kliwon, Surakarta, pada Minggu 13 Januari 2019 Pukul 06.30-10.30 WIB.

Penetapan Slamet Ma'arif sebagai tersangka dilakukan setelah Tim Kemenangan Daerah (TKD) Jokowi-Amin Ma'ruf menganggap orasi Slamet pada acara Tabligh Akbar bermuatan kampanye sehingga mereka melaporkannya ke Badan Pengawas Pemilu di Solo.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini