Harapan Pemuda pada Partai Politik di Pemilu 2019

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Selasa 12 Februari 2019 22:16 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 02 12 605 2017075 harapan-pemuda-pada-partai-politik-di-pemilu-2019-2aXvprXLnp.jpg Ilustrasi

JAKARTA - Menghadapi kemajuan dan perkembangan zaman yang serba modernisasi. Partai Politik (Parpol) diharapkan bisa mencetak para kader-kader mudanya untuk menjadi pemimpin dikemudian hari. Mengingat, hampir setengah jumlah pemilih, dewasa ini didominasi oleh para milenial.

Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam ( PB HMI), Zuhad Aji Firmantoro mengungkapkan tantangan dan cobaan partai politik di lima tahun ke depan akan semakin berat. Karena itu, dibutuhkan pemimpin muda yang bermental baja.

Menurut Zuhad, Parpol harus menyiapkan sistem yang baik dalam menghasilkan pemimpin muda berkualitas dan mempunyai kapasitas. Salah satu caranya, menurut Zuhad, dengan melakukan penguatan sistem pengkaderan partai politik secara kontinyu dan berjenjang.

"Tujuannya, supaya pemuda yang dipersiapkan support dengan kebutuhan yang ada saat ini. Untuk hasilkan pemimpin, maka perkuat sistem pengkaderannya," kata Zuhad, Selasa (12/2/2019).

(Baca Juga: Christine Hakim Menangis di Washington DC, Ada Apa?)

Zuhad menyarankan, setelah melakukan pengkaderan, partai politik tidak membiarkan kader muda berjalan sendiri. Pasalnya, harus dikawal dan diberikan ruang untuk bisa mengeluarkan potensi dirinya.

"Kader yang potensial dikawal betul. Kalau bisa dikawal sampai jadi (pemimpin). Diberikan posisi yang strategis dalam partai," ujar Zuhad.

Karena itu, Zuhad mengapresiasi langkah yang dilakukan partai politik yang sedari awal melakukan pengkaderan yang merangkul anak muda dan mempersiapkannya sebagai calon pemimpin.

"Itu bagus sekali. Saya mendukung partai politik yang ingin menghasilkan calon pemimpin dengan pengkaderan," tutur dia.

Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Kornelise menginginkan agar partai politik dan pemerintah memberikan ruang bagi pemuda.

Tetapi, kata dia, saat ini pemuda hanya menjadi pemanis dan jualan politik bagi partai politik dan pemerintah. Pemuda hanya jadi komoditi politik, bukan sebagai subjek untuk bagaimana pemuda terlibat di dalam partai politik.

"Pemuda harus diberikan peran yang besar oleh negara," tutup Kornelise.

Sementara itu, Ketua Bappilu Partai NasDem Effendy Choirie atau Gus Choi mengatakan sebanyak 70 persen kader NasDem adalah anak muda dari usia 17 tahun dan 19 tahun. Menurutnya, caleg yang diusung NasDem pada Pemilu 2019 juga didominasi anak muda.

(Baca Juga: KPU Ingin Visi-Misi Paslon Tersampaikan dalam Debat Pilpres 2019)

Hal itu, kata dia, lantaran pemilih NasDem memang banyak dari generasi muda. Keberadaan kader muda disandingkan dengan kader berusia sekitar 50’an yang juga cukup banyak.

"Caleg itu 70-an persen muda. Bahkan kalau di daerah mungkin sampai 90 persen. Yang tua-tua sudah enggak ada, sudah sedikit sekali. Seusia saya yang 55 tahun itu ya sudah sedikit kan. Pada umumnya yang muda. NasDem kan memang hasil survei peminat NasDem memang banyak yang muda" kata Gus Choi dikonfirmasi terpisah.

Gus Choi menambahkan, pada umumnya generasi lama sudah mempunyai pilihan partai. Sehingga umumnya mereka tidak pindah-pindah partai. Oleh karena itu, NasDem berupaya merangkul kaum muda bahkan yang belum pernah berpartai sekalipun.

"Karena ini banyak muda, maka di ABN (Akademi Bela Negara/Sekolah Kader NasDem) itu usianya yang ikut ABN itu usianya antara 23 tahun sampai 30 tahun. Bahkan banyak sekali yang belum pernah berpartai," tutur Gus Choi.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini