Ketum PSI Singgung Isu Kampanye Negatif & Intoleransi saat Pidato di Yogyakarta

Fahreza Rizky, Jurnalis · Selasa 12 Februari 2019 19:18 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 02 12 606 2016998 ketum-psi-singgung-isu-kampanye-negatif-intoleransi-saat-pidato-di-yogyakarta-bzLKcs2Wrp.JPG Ketum PSI, Grace Natalie/Tengah (Foto: Dok. Okezone)

JAKARTA - Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie menyampaikan pidato politiknya dalam Festival 11 Yogyakarta bertajuk “Musuh Utama Persatuan Indonesia” di Grha Pradipta Jogja Expo Center, Yogyakarta. Dalam pidatonya, Grace menyinggung soal maraknya kampanye negatif menjelang pemilihan pegislatif (pileg) 2019.

"Melanggengkan status quo adalah bentuk penghambur-hamburan suara yang sebenarnya," kata Grace, Selasa (12/2/2019).

Apa yang dilontarkan Grace, menanggapi kampanye negatif yang menyebut bahwa memilih kader PSI dalam pileg mendatang sama artinya dengan membuang suara sia-sia lantaran partai itu diprediksi takkan lolos ke parlemen.

Ia menegaskan bahwa PSI berkomitmen menanamkan semangat antikorupsi dan antitoleransi kepada seluruh kadernya. PSI kata dia, juga telah melakukan pengujian terhadap opini dari caleg yang diusung pada pileg. Adapun soal urusan memilih lanjut Grace, ialah hak masing-masing individu yang tidak boleh diintervensi siapapun.

Tak hanya itu, mantan presenter berita ini juga menyinggung isu intoleransi yang masih menjadi persoalan yang dihadapi bangsa ini. "Apakah kita puas dengan partai politik yang ada sekarang? Apakah parpol yang ada sekarang telah bekerja keras menjamin kebebasan beribadah? Apakah mereka turun tangan membela, ketika ada orang yang dipersekusi karena keyakinannya?" tuturnya.

Ketum PSI, Grace Natalie

Menurutnya, tatanan politik Indonesia dewasa ini perlu suntikan 'darah segar'. Sebuah fraksi baru di parlemen kata dia, bertujuan untuk menemani kelompok nasionalis-moderat yang sudah ada. Tujuannya, agar lebih berani dan tegas dalam menegakkan keadilan demi persatuan bangsa.

"Kita harus berani meninggalkan zona nyaman. Hidup yang tidak dipertaruhkan tidak akan pernah dimenangkan," ujar Grace.

Festival 11 Yogyakarta yang bertempat di Graha Pradipta Jogja Expo Center ini turut dihadiri sekitar 2.000 peserta yang terdiri dari pengurus, kader dan simpatisan PSI asal Yogyakarta dan sekitarnya.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini