Bawaslu Panggil Wakil Wali Kota Semarang terkait Deklarasi Dukung Capres

Taufik Budi, Jurnalis · Rabu 13 Februari 2019 03:30 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 02 13 605 2017115 bawaslu-panggil-wakil-wali-kota-semarang-terkait-deklarasi-dukung-capres-HecgluMCQV.jpg Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu (Foto: Ist)

SEMARANG – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) memanggil semua kepala daerah di Jawa Tengah yang terlibat dalam deklarasi dukungan terhadap salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden. Bawaslu kabupaten/kota dikerahkan untuk memanggil setiap kepala daerah yang hadir.

Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Jateng, Sri Wahyu Ananingsih, menyampaikan, pemanggilan terhadap para kepala daerah itu menyusul laporan dari Tim Prabowo-Sandi ke Bawaslu. Pemanggilan terkait deklarasi dukungan yang dihadiri 31 kepala derah karena diduga terjadi pelanggaran.

"Dari laporan itu maka kita dari Bawaslu Provinsi menindaklanjutinya dengan meminta kepada teman-teman (Bawaslu) di kabupaten/kota untuk menindaklanjutinya dengan memeriksa kepala daerah dan wakilnya yang mengikuti kegiatan di Solo itu,” ujar Ananingsih, Selasa (12/2/2019).

(Baca Juga: 18 ASN Banten Terbukti Tak Netral di Pemilu 2019)

Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu tak luput dari panggilan Bawaslu Kota Semarang. Perempuan yang akrab disapa Ita itu hadir di Kantor Bawaslu Kota Semarang pada Senin 11 Februari pada pukul 14.05 WIB.

Ilustrasi

Pemeriksaan berlangsung selama satu jam. Ita dicecar 24 pertanyaan seputar keterlibatannya pada acara konsolidasi dan deklarasi 31 kepala daerah tersebut. Ita juga mengakui hadir di acara deklarasi tersebut atas undangan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

"Berdasarkan hasil klarifikasi acara itu bertujuan untuk deklarasi pemilu damai, dengan menjunjung etika dan peraturan hukum dan memenangkan paslon 01 selaku petugas partai," kata Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Kota Semarang, Naya Amin Zaini.

(Baca Juga: Bertemu Ma'ruf Amin, Yenny Wahid Bahas Konsolidasi Pilpres)

Naya menambahkan, berdasarkan keterangan saksi tidak ada daftar hadir dan notulensi. Ganjar Pranowo yang bertindak sebagai penggagas telah mempersiapkan dan meng-handle langsung acara tersebut.

Tindak lanjut proses penanganan dugaan pelanggaran itu akan segera melimpahkan hasil klarifikasi kepada Bawaslu Jawa Tengah.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini