Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Jokowi-Ma'ruf Ungguli Prabowo-Sandi dalam Pemberitaan Positif

Fadel Prayoga , Jurnalis-Rabu, 13 Februari 2019 |04:57 WIB
Jokowi-Ma'ruf Ungguli Prabowo-Sandi dalam Pemberitaan Positif
Capres-Cawapres Jokowi-Ma'ruf Amin dan Prabowo-Sandiaga (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA – Lembaga G-Communications (G-Comm) merilis hasil riset pemberitaan media terhadap pasangan calon (paslon) presiden dan wakil presiden di Pemilu 2019. Dari media online yang diriset, Paslon 01 Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf diberitakan media sejumlah 38%, sedangkan Paslon 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno 35%, dan 27% lainnya media mengangkat pemberitaan keduanya. 

Menurut Direktur G-Comm, Andi Irman, riset dilakukan G-Comm selama periode 1-31 Januari 2019. Adapun 5 dari 6 media mengangkat pemberitaan keduanya paling besar. Berdasarkan kategori media, media online lebih mendominasi dari pada media cetak. Hal ini menggambarkan minat pembaca topik tentang Pilpres lebih banyak di media online.

Andi Irman menambahkan, dari tone pemberitaan, Jokowi-Ma’ruf lebih banyak diberitakan positif oleh media dengan 93% positif dan 7% pemberitaan negatif. Sementara Prabowo-Sandi 86% pemberitaan positif dan 14% pemberitaan negatif.

(Baca Juga: Ma'ruf Amin Target Menang 70 Persen di Jabar, Ridwan Kamil: Saya No Comment)

Prabowo-Sandi dan Jokowi-Maruf

Jokowi-Ma’ruf, kata dia, banyak diberitakan positif pada isu-isu seputar jelang debat capres, hoax surat suara, debat pilpres, dukungan paslon dan tabloid Indonesia Barokah. Sementara pemberitaan negatifnya banyak menyasar pada isu-isu Revolusi Mental, dan Jokowi minta uang.

Sedangkan Prabowo-Sandi banyak diberitakan positif pada isu-isu jelang debat capres, pidato kebangsaan Indonesia menang, debat pilpres, tabloid Indonesia Barokah dan dukungan paslon. Pemberitaan negatif banyak manyasar pada isu-isu perubahan visi misi, hoax surat suara, dan posko BPN Jawa Tengah.

"Dari data yang dihimpun, ada temuan yang menunjukkan Paslon 01 Jokowi-Ma’ruf cenderung melakukan pola mengklarifikasi atas isu-isu yang beredar. Sementara Paslon 02 Prabowo-Sandi cenderung lebih banyak mengeluarkan isu-isu yang terkait dengan Paslon 01 Jokowi-Ma’ruf, seperti misalnya isu hoax surat suara, yang justru ini malah merugikan Paslon 02,” ujar Andi dalam siaran persnya yang diterima Okezone, Selasa (12/2/2019).

Andi Imran menambahkan, selama periode Januari 2019, Jokowi-Ma’ruf juga lebih unggul dalam menarik media untuk mengangkat pemberitaan. Hal ini dapat disimpulkan berdasarkan data berikut; Jokowi-Ma'ruf lebih banyak pemberitaan ditinjau dari isu kampanye, total ada 30 berita isu kampanye yang diangkat, yakni simulasi debat capres, kisi-kisi debat capres dan waktu tanya jawab. Sementara hanya ada 21 berita pada isu kampanye yang dilakukan Paslon 02.

Jokowi-Ma’ruf unggul jumlah pemberitaan di seluruh media. Kemudian, dari penyebaran wilayah, Jokowi-Ma'ruf paling banyak diberitakan di DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah dan Aceh. Sementara Paslon 02 banyak diberitakan di DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat dan Banten.

Kedua paslon paling banyak diberitakan di wilayah DKI Jakarta dengan perbandingan pemuatan 42% Paslon 01 dan 39% Paslon 02. - Cawapres Paslon 01 dan Paslon 02 lebih aktif di media dibandingkan capresnya masing-masing. Sandiaga Uno, cawapres 02 menjadi narasumber yang paling banyak diberitakan di media.

"Meskipun Paslon 01 condong pada pola klarifikasi dengan isu-isu yang cenderung mengikuti pola yang diangkat oleh Paslon 02, namun demikian hal tersebut lebih menarik minat pemberitaan media. Ini tidak terlepas juga dengan keunggulan program-program selama pemerintahan Jokowi-JK yang menjadi bahan klarifikasi terhadap isu yang diangkat Paslon 02. Dan, pada bulan Januari 2019, isu yang diangkat Paslon 02 justru berakibat blunder yang membuat pemberitaan negatif Paslon 02 meningkat," kata Andi.

(Baca Juga: Bawaslu Panggil Wakil Wali Kota Semarang terkait Deklarasi Dukung Capres)

Riset G-Comm juga menunjukkan, baik Jokowi-Ma’ruf dan Prabowo-Sandi belum fokus pada penyampaian visi misi. Keduanya, sambungnya, masih mengindikasikan pembentukan persepsi negatif terhadap lawan.

Menurutnya, hal ini bisa menimbulkan kerawanan pada menurunnya tingkat partisipasi masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya di April mendatang. Kampanye yang besifat edukasi perlu menjadi catatan kedua paslon.

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement