Debat Capres 17 Februari Diprediksi Bakal Saling Serang

Rabu 13 Februari 2019 10:43 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 02 13 605 2017216 debat-capres-17-februari-diprediksi-bakal-saling-serang-8kMP9FzWVH.jpg

JAKARTA - Debat Capres yang dilangsungkan pada 17 Februari 2019, dinilai bakal lebih berkualitas. Sebab, kisi-kisi yang sebelumnya diberikan pada debat pertama, kini ditiadakan.

"Dengan dihapusnya kisi-kisi soal maka debat kedua diprediksi akan seru. Memang Pangan akan menarik jika diungkit masalah impor 2 juta beras. Bagi saya Jokowi akan unggul di sektor infrastruktur begitu pula di segmen SDA," ujar Pengamat Politik Indonesian Public Institute (IPI) Jerry Massie, dalam keterangannya, Rabu (13/2/2019).

Alasannya, kata Jerry, petahana mampu membangun 3.432 Km Jalan Nasional dan 941 Km Jalan Tol. Begitu pula, di bawah kepemimpinan Jokowi, pemerintah telah menguasai 51 persen saham Freeport.

"Bagaimana sang petahana menjabarkan akuisisi itu? Menurut hemat saya jika domain ini di sentuh maka keuntungan bagi Jokowi," kata dia.

(Baca Juga: BPN Sebut Prabowo Tak Ada Persiapan Khusus Hadapi Debat Kedua Pilpres)

(Baca Juga: Debat Kedua Pilpres, Jokowi Akan Paparkan Capaian 4 Tahun Pemerintahannya)

Namun paling tidak, Jerry menyatakan Prabowo akan mempertanyakan soal kemahalan tarif jalan tol tersebut. Sebab, di Asia Tenggara bahkan Asia, jalan tol di Indonesia termasuk paling mahal dengan rata-rata tarif tol di Indonesia berkisar Rp1.300 hingga Rp1.500/km.

"Sementara di negara-negara tetangga, seperti Singapura Rp778/km, Malaysia Rp492/km, Thailand dalam kisaran Rp 440/km, Vietnam dalam kisaran Rp1.200/km, dan Filipina Rp1.050/km," ujarnya.

Dirinya pun menyaarankan agar dalam debat tersebut juga dibahas terkait lahan pertanian yang kian sempit yakni tersisa 7,1 juta hektare. "Government policy (kebijakan pemerintah) nantinya bagaimana? Biar kita tetap survive beras," kata dia.

Padahal, Jerry menambahkan, lahan pertanian di Indonesia cukup luas. Pada 2016 saja, kata dia, mencapai 8,19 juta hektare, terdiri dari 4,78 juta ha merupakan sawah irigasi dan 3,4 juta ha non irigasi.

"Publik menanti strategi capres untuk membawa Indonesia menjadi swasembada pangan seperti tahun 1984 silam. Nah, debat ini solusi untuk menjawab strategi dua capres seperti apa?" tuturnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini