nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jepang Untuk Pertama Kalinya Akan Akui Orang Ainu Sebagai Penduduk Pribumi

Rahman Asmardika, Jurnalis · Jum'at 15 Februari 2019 17:49 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 02 15 18 2018510 jepang-untuk-pertama-kalinya-akan-akui-orang-ainu-sebagai-penduduk-pribumi-g4F4Li1Zn0.jpg Foto: AFP.

TOKYO – Pemerintah Jepang pada Jumat mengatakan bahwa mereka telah mengajukan rancangan undang-undang (RUU) untuk mengakui etnis minoritas Ainu sebagai masyarakat asli di negara itu. Jika disahkan, maka warga Ainu untuk pertama kalinya akan mendapatkan pengakuan setelah diskriminasi yang mereka alami selama puluhan tahun.

Orang Ainu yang kebanyakan yang tinggal di bagian utara Hokkaido, telah lama menderita akibat kebijakan asimilasi paksa yang diberlakukan Pemerintah Jepang. Meski perlakuan diskriminatif yang mereka terima mulai berkurang secara bertahap, masih ada kesenjangan dalam pendapatan dan pendidikan antara etnis minoritas itu dengan wilayah dan warga Jepang lainnya.

"Penting untuk melindungi kehormatan dan martabat orang-orang Ainu dan menurunkan hal itu kepada generasi berikutnya untuk mewujudkan masyarakat yang dinamis dengan nilai-nilai yang beragam," kata Pimpinan Sekretaris Kabinet Jepang, Yoshihide Suga kepada media sebagaimana dilansir AFP, Jumat (15/2/2019).

"Hari ini, kami membuat keputusan Kabinet tentang RUU untuk melanjutkannya dengan kebijakan untuk menjaga harga diri orang Ainu."

RUU ini adalah yang pertama mengakui Ainu sebagai "masyarakat adat" dan menyerukan kepada pemerintah untuk membuat "kebijakan berwawasan ke depan", termasuk langkah-langkah untuk mendukung masyarakat Ainu dan meningkatkan ekonomi dan pariwisata lokal di sana.

Ainu telah lama menderita penindasan dan eksploitasi, terutama setelah pemerintah Jepang modern pada akhir abad ke-19 melarang mereka mempraktikkan adat istiadat dan menggunakan bahasa mereka.

Masyarakat Ainu secara tradisional menganut kepercayaan animisme, dengan para prianya memelihara jenggot penuh dan wanita menghiasi diri mereka dengan tato wajah sebelum menikah.

Tetapi seperti banyak masyarakat adat di seluruh dunia, termasuk sebagian besar orang Ainu di Jepang yang telah kehilangan kontak dengan gaya hidup tradisional mereka setelah berpuluh-puluh tahun kebijakan asimilasi paksa.

Berdasarkan survei pada 2017, populasi Ainu Jepang diperkirakan berjumlah sedikitnya 12.300 jiwa, tetapi jumlah pastinya sulit diketahui karena sebagian dari mereka telah berbaur dengan masyarakat umum dan menyembunyikan budaya asal mereka.

Di bawah rencana kebijakan yang baru, Pemerintah Jepang juga akan mengizinkan orang Ainu untuk menebang pohon di hutan yang dimiliki negara untuk digunakan dalam ritual tradisional mereka.

"Ini adalah langkah besar ke depan pada kebijakan terhadap orang Ainu," kata Kepala Biro Kebijakan Ainu Prefektur Hokkaido, Masashi Nagaura yang telah memelopori kebijakan untuk etnis minoritas di Jepang.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini