Jokowi: BLK Komunitas Pesantren untuk Hadapi Bonus Demografi

Risna Nur Rahayu, Okezone · Rabu 20 Februari 2019 19:27 WIB
https: img.okezone.com content 2019 02 20 1 2020708 jokowi-blk-komunitas-pesantren-untuk-hadapi-bonus-demografi-bFraI8dona.jpg Presiden Jokowi saat memberi sambutan di acara Kemnaker (Foto: Risna/Okezone)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo menargetkan lulusan pesantren dapat mengisi posisi-posisi strategis di dunia kerja. Untuk mewujudkan hal tersebut, jumlah penerima program Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas pun melonjak tajam menjadi 1.000 pesantren.

"Santri jadi banker-kan boleh, jadi manager bank syariah, jadi dirut bank syariah kenapa tidak? itu pelatihannya di sini," kata Presiden Jokowi dalam acara Perjanjian Kerjasama BLK Komunitas 2019 di Jakarta, Rabu (20/2/2019).

BLK Komunitas merupakan program pemerintah untuk meningkatkan keterampilan (hardskill) para santri dan masyarakat sekitar pesantren. Wujudnya berupa gedung work-shop yang dilengkapi dengan peralatan kejuruan, instruktur berpengalaman di bidangnya, dan bantuan dana untuk operasional BLK Komunitas.

Penentuan kejuruan di BLK Komunitas berdasarkan permintaan pihak pesantren agar tepat sasaran. Kejuruannya meliputi teknik otomotif sepeda motor; teknik las; pengolahan hasil pertanian; pengolahan hasil perikanan; wood-working; teknologi informasi dam komunikasi; menjahit atau fasyen; teknik pendingin dan listrik; industri kreatif, dan kejuruan bahasa.

Pembangunan 1.000 BLK Komunitas di 2019 memang angka yang fantasti. Ini karena, saat awal diluncurkan pada 2017 hanya ada 50 BLK. Kemudian tahun selanjutnya meningkat menjadi 75 BLK di pesantren. Meski tahun ini mengalami peningkatan signifikan, Jokowi masih belum puas. Di 2020, dia meminta Menteri Tenaga Kerja menaikkan angka menjadi 3.000 BLK.

"Tahun depan minimal 3.000 BLK harus terbangun. Karena jumlah pondok pesantren kita ini 29.000 di seluruh Tanah Air. Jadi kalau hanya 1.000-1000 ya, 29 tahun nanti baru rampung," ujarnya.

Alasan Jokowi meningkatkan keterampilan para santri dan masyarakat sekitar pesantren juga dalam rangka menghadapi bonus demografi di tahun 2025-2030. Menurutnya, pesantren termasuk tempat yang pas karena peserta didiknya tinggal di tempat tersebut sehingga pelatihan bisa dilakukan sesering mungkin.

"Bonus demografi ini bisa menjadi kuntungan besar bagi kita dalam bersaing dengan negara-negara lain. Tapi kalau tidak bisa mengelola, ini juga bisa menjadi masalah besar. Saat itu datang, jangan sampai anak-anak kita yang produktif tidak memiliki ketermpilan dan kualifikasi yang baik," terangnya.

Untuk memastikan program tersebut berjalan sesuai harapan, Jokowi mengaku akan aktif turun langsung ke pesantren-pesantren. Dia juga meminta BLK Komunitas terhubung dengan pelaku industri maupun organisasi yang diisi para pelaku industri.

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini