Sebagai bagian dari usaha mengatasi skandal seks yang menguncang Gereja Katolik Roma, Paus Fransiskus menggelar konferensi khusus para uskup di Roma mulai 21 hingga 24 Februari.
Hal ini dilakukan setelah pengakuannya baru-baru ini yang tidak terduga, bahwa para pastor mengeksploitasi para biarawati menjadi "budak seks" di sebuah biara di Prancis.
Paus Fransiskus memutuskan untuk mengadakan konferensi dunia setelah merundingkannya dengan C-9, kelompok sembilan penasihat uskup yang ditunjuk tidak lama setelah Fransiskus menjadi pemimpin Gereja Katolik.
Paus sangat terdesak untuk menunjukkan kepemimpinan dan menempuh jalan keluar yang dapat diterapkan terkait krisis paling penting yang dihadapi gereja di masa modern.
Berbagai cerita tentang pelecehan muncul dari berbagai tempat dunia. Dan Gereja dituduh menutup-nutupi kejahatan yang dilakukan para pastor, sehingga membuat semangat otoritas gereja hancur.
Awal mula skandal dunia terungkap
Paus Fransiskus juga harus menghadapi anggapan, sikap dan praktik yang memungkinkan berkembangnya budaya pelecehan. Skala tantangan ini kemungkinan akan sangat besar.
KTT yang akan dihadiri pemimpin konferensi uskup nasional dari lebih 130 negara ini hanyalah tahap permulaan dari usaha untuk mengatasi penyakit yang meracuni Gereja sejak tahun 1980-an.
Ketika Jason Berry, seorang wartawan koran lokal di Negara Bagian Louisiana, AS, mulai memberitakan pelecehan oleh seorang pastor bernama Romo Gilbert Gauthe, dia tidak menyangka tugasnya akan memicu skandal dunia yang masih hidup lebih 30 tahun kemudian.
Karya Berry menyebabkan terbitnya buku Lead Us Not Into Temptation pada tahun 1992, berdasarkan tuntutan hukum sipil bahwa Gereja berdamai dengan sejumlah orang yang menuduh terjadinya pelecehan pada akhir tahun 1980-an.
Tuntuan terhadap 'pastor predator'
Tahun 2002, tulisan Berry ditindaklanjuti dengan penyelidikan koran Boston Globeyang memberikan narasi yang lebih luas terkait pelanggaran yang dilakukan pastor dan usaha untuk menutupinya.
Para wartawan media tersebut mendapatkan Pulitzer Prize yang bergengsi dan pekerjaan mereka didramatisir lewat film Spotlight.
Berbagai skandal terus terjadi.

Bayangkan saja, enam dari delapan keuskupan Katolik Roma di Negara Bagian Pennsylvania, diperiksa tahun lalu.
Jaksa Josh Shapiro mengkaji setengah juta dokumen internal keuskupan. Puluhan orang bersaksi, sebagian pastor mengaku telah melakukan kesalahan. Laporan Shapiro yang diterbitkan pada bulan Desember, dipandang menghancurkan Gereja Katolik.
"Lebih 1.000 anak-anak yang menjadi korban diidentifikasi berdasarkan catatan Gereja sendiri," tulisnya, sehingga diluncurkan "tuntutan yang kuat terhadap lebih 300 pastor predator".
Laporan setebal lebih dari 1.000 halaman itu mencatat kejadian dalam 70 tahun terakhir, dan contoh-contoh yang diungkapkan memang menakutkan.
Di keuskupan Scranton, seorang pastor memperkosa anak perempuan dan ketika dia hamil, mengatur dilakukannya aborsi. Atasan pastor, uskup setempat menulis sebuah surat.
“dalam kehidupan saya dan saya menyadari betapa terganggunya Anda," tulisnya. "Saya turut merasakan masalah Anda."