nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Keluarga Taruna ATKP yang Tewas Dianiaya Senior Percaya Pelaku Lebih dari Seorang

Herman Amiruddin, Jurnalis · Senin 25 Februari 2019 19:55 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 02 25 340 2022694 keluarga-taruna-atkp-yang-tewas-dianiaya-senior-percaya-pelaku-lebih-dari-seorang-yFCGAgYEwZ.jpg

MAKASSAR - Keluarga Aldama Putra Pongkala (19), taruna Akademi Teknik Keselamatan Penerbangan (ATKP) yang tewas di kampusnya, mendatangi Mapolrestabes Makassar untuk mempertanyakan sejauh mana penanganan proses penyelidikan kasus kematian buah hati mereka.

Keluarga berharap kasus kematian Aldama diusut tuntas agar semua pihak yang terlibat sebagai pelaku bisa dihukum dengan setimpal.

"Harapan keluarga, agar secepatnya pelaku dituntaskan. Kami sudah kroscek sama pihak Kepolisian, kami percaya mereka bisa. Ini memang perlu waktu,” kata ayah Aldama, Pelda Daniel Pongkala, Senin (25/2/2019).

Menurut Pelda Daniel pihak keluarganya meyakini pelaku lebih dari satu orang. Olehnya itu mereka kembali mendatangi Mapolrestabes Makassar.

Kunjungan rombongan keluarga Aldama diterima Kepala Polrestabes Makassar Kombes Wahyu Dwi Ariwibowo. Dalam pertemuan itu, Daniel menyampaikan sejumlah informasi kepada penyidik. Antara lain mengenai korban yang menerima telefon dari seniornya, pada malam sebelum kejadian.

Daniel meminta penyidik memeriksa perangkat telefon yang berhubungan dengan korban sebelum penganiayaan maut.

Sebab ada dugaan telefon yang diterima ada hubungannya dengan kekerasan yang diterima di kampus. Daniel percaya pelaku lebih dari satu, mengingat banyaknya luka pada jasad korban.

"Polisi sudah menganalisa. Kami mempercayakan kepada mereka, kita tunggu hasilnya saja," kata Daniel usai mengunjungi Mapolrestabes Makassar di Jalan Ahmad Yani Makassar.

(Baca Juga: Kampus Sempat Tutupi Penyebab Tewas Taruna ATKP Makassar, Pengamat Sosial: Itu Cara Primitif)

Sementara Kapolrestabes Kombes Wahyu Dwi Ariwibowo mengaku masih tunggu hasil autopsi. Dwi menyatakan penyelidikan kasus ini akan terus dikembangkan.

"Untuk sementara, kami menunggu hasil otopsi dari laboratorium. Kalau ada yang salah kita luruskan ya. Cukup disitu dulu," kata Dwi

Dalam kasus kematian Aldama, Polrestabes Makassar baru menetapkan satu tersangka. Dia adalah senior korban, yakni Muhammad Rusdi, taruna tingkat dua ATKP Makassar. Penyidik juga telah memeriksa sebanyak 28 orang saksi untuk dimintai keterangan.

Sebelumnya, taruna ATKP Makassar, Aldama Putra, dianiaya di lingkungan kampusnya pada 3 Februari 2019 lalu. Dari keterangan sementara, korban dianiaya oleh seniornya sebagai bentuk hukuman. Aldama meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit, setelah diduga terkena pukulan pada bagian dada.

(Baca Juga: Taruna ATKP Makassar Tewas Dianiaya Senior, DPR Minta Pelaku dan Kampusnya Disanksi)

Kapolrestabes menyatakan sejauh ini penyidik telah menggali fakta seputar kejadian dari para saksi. Sekitar 28 orang dari lingkungan kampus ATKP telah diperiksa. Penyidik juga membuka diri atas informasi-informasi baru dari pihak korban.

"Makanya saya sampaikan kepada keluarga. Tolong bantu kami kalau ada indikasi baru. Tim kita juga bergerak terus," ungka Dwi.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini