Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pasca-Kebakaran, Ratusan Pasien RSUD Kota Tangerang Dievakuasi ke 23 Rumah Sakit

Anggun Tifani , Jurnalis-Selasa, 26 Februari 2019 |10:20 WIB
Pasca-Kebakaran, Ratusan Pasien RSUD Kota Tangerang Dievakuasi ke 23 Rumah Sakit
Kondisi RSUD Tangerang Pasca-Kebakaran (foto: Anggun Tiffani/Okezone)
A
A
A

TANGERANG - Total sebanyak 156 pasien Rumah Sakit Umum Daerah Kota Tangerang, didistribusikan untuk kembali mendapatkan perawatan di 23 rumah sakit yang tersebar di Tangerang.

Hal itu dilakukan, usai terjadinya kebakaran pada Senin 25 Februari 2019 malam lalu, sekira pukul 22.45 WIB. Untuk sementara waktu rumah sakit tersebut pun tidak dapat beroperasi, karena aliran listrik yang ada di delapan lantai rumah sakit itu saat ini tengah dipadamkan.

Wali Kota Tangerang Arief R Wismasyah Cek Kondisi RSUD Tangerang Pasca-Kebakaran (foto: Anggun T/Okezone)

(Baca Juga: Begini Kronologi Terbakarnya RSUD Kota Tangerang) 

"Ada 140 pasien rawat inap dan 16 pasien di IGD itu sudah kita distribusikan di 23 rumah sakit di wilayah Kota, ditambah ada 2 rumah di luar Kota Tangerang ada di Siloam dan Balaraja," ujar Wali Kota Tangerang Arief R Wismasyah di RSUD Kota Tangerang, Kelurahan Kelapa Indah, Tangerang, Selasa (26/2/2019).

Arief mengatakan, pihak rumah sakit dan Pemerintah Kota Tangerang akan menjamin seluruh pembiayaan pasien yang masih ditanggung pemerintah menggunakan BPJS Kesehatan.

"Untuk biaya dirumah sakit rujukan tidak perlu khawatir, karena pembiayaannya rata-rata menggunakan BPJS dan kami (Pemerintah Kota Tangerang)akan membantu," tuturnya.

Sementara salah satu keluarga pasien Abdul Nawawi mengaku belum mengetahui keberadaan saudaranya yang saat kebakaran terjadi, masih dalam perawatan di rumah sakit milik Pemkot Tangerang tersebut.

"Saya Sampai sekarang belum tahu saudara saya dirujuk ke mana. Dari tadi nanya ke pihak rumah sakit mereka cuma jawab tunggu-tunggu. Saya khawatir soalnya dia (saudaranya) ini gak punya HP. Sudah bolak-balik nanya ke tempat informasi tapi masih belum tahu kita. Katanya suruh nunggu lagi didata. Cuma kan ini khawatir aja gitu ya," ungkapnya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement