
Fadli Zon menambahkan, persoalan seperti ini bukan hanya sekedar terkait Pilpres dan Pileg melainkan persoalan negara yang harus ditangani secara serius.
"Harus di cek keseluruhan jangan sampai yang di Cianjur itu fenomena gunung es, ini baru yang ketahuan padahal masih banyak kasus seperti ini. Ini bukan persoalan Pilpres, ini persoalan negara karena WNA bisa dapat e-KTP namanya infiltrasi harusnya TNI sudah dalam kasus ini. Kita tidak tahu latar belakang mereka, bisa saja mereka tentara," tutupnya.
Sebelumnya, jagat dunia maya tengah dihebohkan dengan foto yang beredar di media sosial terkait kepemilikan e-KTP oleh warga negara asing (WNA) yang bertuliskan alamat di Cianjur, Jawa Barat.
Namun, dalam e-KTP tersebut terdapat perbedaan yaitu pada kolom kewarganegaraan dan masa berlakunya. Hal itu menimbulkan kegaduhan di masyarakat terlebih menjelang Pilpres dan Pileg.
(Awaludin)