Bunuh Janda Beranak 1, Nasrun DJ Divonis 15 Tahun Penjara

Muhammad Bunga Ashab, Koran SI · Rabu 27 Februari 2019 21:29 WIB
https: img.okezone.com content 2019 02 27 340 2023683 bunuh-janda-beranak-1-nasrun-dj-divonis-15-tahun-penjara-rM0NiAXUmk.jpg Foto: Okezone

TANJUNGPINANG - Terdakwa Nasrun DJ (57), pembunuh Supartini janda beranak satu divonis mejelis hakin selama 15 tahun penjara, dalam sidang di Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Rabu (27/2/2019). Nasrun dinyatakan bersalah terbukti secara sah dan menyakinkan melakukan tindak pidana menghilangkan nyawa orang lain.

Sidang yang dipimpin Hakim Ketua Eduart MP Sialoho didampingi Hakim Anggota Ramauli Hotnaria Purba dan Corpioner menyatakan terdakwa bersalah dengan sengaja menghilangkan jiwa orang lain. Eduart menyampaikan, perbuatan terdakwa terbukti dalam dakwan subsidair dengan unsur menghilangkan nyawa orang lain terpenuhi. Terdakwa melanggar sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 338 KUHP.

"Menyatakan terdakwa bersalah secara sah dan menyakinkan dalam tindak pidana pembunuhan dan menjatuhkan pidana penjara 15 tahun," kata Eduart saat membacakan putusannya.

Eduart menyampaikan, hal yang memberatkan perbuatan terdakwa karena meresahkan masyarakat, ikut mengakibatkan janin yang dikandung korban meninggal dunia, menimbulkan duka dan nestafa terhadap keluarga korban, sementara perbuatan yang meringankan tidak ada.

 sd

Maka dari itu, terdakwa harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Hukuman yang diberikan lebih ditunjukan sebagai didikan dan binaan sehingga di kemudian hari terdakwa tidak mengulangi perbuatannya.

"Masa penahanan yang telah dijalani dikurangkan seluruhnya dari pidana yang akan dijalani, terdakwa tetap berada di dalam tahanan," ujar Eduart.

Setelah mendengar putusan itu, Nasrun langsung menyatakan sikap pikir-pikir. Jaksa penuntut umum Nolly Wijaya juga menyatakan sikap pikir-pikir. Sebab, sebelumnya jaksa menutut terdakwa selama 20 tahun penjara.

"Tidak masalah dengan putusan majelis hakim, makanya kita pikir-pikir dulu dan minta pendapat pimpinan bagaimana terkait putusan ini. Kan diberi waktu seminggu," kata Nolly.

Seperti diketahui, Nasrun mengakhiri hidup Supartini di kebun milik mertuanya Jalan TPA Kampung Air Bukit, RT01/RW08, Kelurahan Pinang Kecana, Kecamatan Tanjungpinang Timur, Jumat 13 Juli 2018 sekira pukul 21.20.

Nasrun melakukannya dengan cara memukul kepala korban sebanyak enam kali menggunakan kayu. Tiga kali pukulan di belakang kepala dan tiga kali pada bagian muka korban.

Saat mengeksekusi korban, suasana lokasi kejadian sunyi, sehingga aksinya berjalan lancar. Supartini dibunuh tak jauh dari pohon jengkol yang berbuah di depan rumah kosong milik mertua Nasrun.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini