nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Update Longsor Tambang Emas: 4 Korban Tewas, 19 Lainnya Berhasil Diselamatkan

Fadel Prayoga, Jurnalis · Rabu 27 Februari 2019 20:16 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 02 27 340 2023696 update-longsor-tambang-emas-4-korban-tewas-19-lainnya-berhasil-diselamatkan-Ti0n3VpEGu.jpg Evakuasi korban longsor tambang emas di Bolaang Mangondow, Sulut (Foto: BNPB)

JAKARTA - Upaya evakuasi korban penambang emas terus dilakukan Tim SAR gabungan di areal penambangan rakyat di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow, Provinsi Sulawesi Utara. Longsor terjadi saat sekira kurang lebih 60 orang menambang pada 26 Februari 2019 pukul 21.10 WITA.

Pada saat puluhan orang sedang menambang emas di lokasi tersebut tiba-tiba tiang dan papan penyangga lubang galian patah akibat kondisi tanah yang labil serta banyaknya lubang galian tambang sehingga longsor dan menimbun penambang.

Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB mengatakan, hingga pukul 18.00 WITA, sebanyak 23 orang korban berhasil dievakuasi, di mana 4 orang meninggal dunia dan 19 orang selamat dalam kondisi luka ringan dan luka berat. Diperkirakan sekira 37 orang masih tertimbun longsor.

(Baca Juga: 17 Korban Longsor Tambang Emas di Bolaang Mongondow Dievakuasi, 3 di Antaranya Tewas

"Evakuasi dilakukan tim SAR gabungan dari BPBD Bolaang Mongondow, TNI, Polri, Basarnas, SKPD terkait, relawan dan masyarakat. Pencarian dilakukan secara manual karena kondisi medan berada pada lereng dengan kemiringan cukup curam," katanya melalui siaran pers, Rabu (27/2/2019).

Evakuasi korban longsor tambang emas 

Bupati Bolaang Mongondow bersama Sekretaris Daerah dan Kapolres telah meninjau lokasi kejadian pada Rabu siang. Untuk personel Tim SAR gabungan hari yang sebelumnya berjumlah 20 orang.

Hari ini, mendapat tenaga tambahan dari Polres Kotamobagu dan Kompi Brimob Inuai Bolang Mongondow sebanyak 60 personel. Petugas SAR masih akan berdatangan untuk membantu evakuasi, pencarian dan penyelamatan korban. Kebutuhan mendesak saat ini, kata Sutopo, adalah kantong mayat.

(Baca Juga: Kronologi Puluhan Penambang Emas di Bolaang Mongondow Tertimbun Longsor)

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini