nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menlu AS Prihatin Ancaman China soal Kebebasan Navigasi di Laut China Selatan

Agregasi VOA, Jurnalis · Jum'at 01 Maret 2019 08:48 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 03 01 18 2024321 menlu-as-prihatin-ancaman-china-soal-kebebasan-navigasi-di-laut-china-selatan-Zb1B66PAYR.jpg Laut China Selatan (Reuters)

AMERIKA SERIKAT - Menteri Luar Negeri Amerika Mike Pompeo hari Kamis (28/2) mengatakan akan membahas keprihatinan Amerika tentang tindakan-tindakan China yang mengancam kebebasan navigasi di wilayah Laut China Selatan yang disengketakan, dengan pejabat-pejabat Filipina.

Pompeo tiba di Manila Kamis malam dan segera melangsungkan pertemuan dengan Presiden Rodrigo Duterte di sebuah pangkalan udara. Ia membahas tentang kegagalan pertemuan Presiden Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di Hanoi, Vietnam.

 Baca juga: Usaha Jepang Cegah Kehadiran Militer China di Laut China Selatan

“Kami prihatin China menggunakan kekuatannya dengan cara-cara yang akan mengancam kebebasan navigasi di kawasan itu dan hal ini merupakan hal penting bagi setiap negara di Asia, termasuk Filipina,” ujar Pompeo kepada wartawan ketika ia terbang dari Hanoi ke Manila.

Ketika ditanya apakah Amerika prihatin tentang tindakan-tindakan China itu, Pompeo menjawab “tentu saja!” dan menambahkan bahwa Amerika memiliki strategi keamanan nasional untuk mengatasi masalah ini.

 Baca juga: Awasi Laut China Selatan, Filipina Akan Pakai Pesawat Bekas Jepang

Saling klaim di kawasan Laut China Selatan merupakan salah satu isu utama yang mengganggu hubungan Amerika dan China.

China telah membangun sebagian pulau itu menjadi landasan pacu dan fasilitas militer lainnya.

 Baca juga: ASEAN dan Tiongkok Sepakati Naskah Negosiasi CoC di Laut China Selatan

Selain China, kepemilikan wilayah Laut China Selatan yang strategis itu juga diklaim oleh Filipina, Vietnam, Malaysia, Taiwan dan Brunei Darussalam. Kapal-kapal Angkatan Laut Amerika kerap berlayar di dekat pulau-pulau yang telah diduduki China untuk menjamin kebebasan navigasi di wilayah tersebut.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini