nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mendagri: Pengembangan SDM Aparatur Program Prioritas pada 2019 sampai 2024

Fahreza Rizky, Jurnalis · Sabtu 02 Maret 2019 17:34 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 03 02 510 2024977 mendagri-pengembangan-sdm-aparatur-program-prioritas-pada-2019-sampai-2024-UjXYXF5jrk.jpg Mendagri Tjahjo Kumolo. (Foto: Puspen Kemendagri)

YOGYAKARTA – Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menghadiri acara Penutupan Rapat Koordinasi Program Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) bagi Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Se-Indonesia Tahun 2019 di Hotel Rich Yogyakarta, Sabtu (2/3/2019).

Dalam kesempatan tersebut, Mendagri menyampaikan dua substansi besar yaitu kaitan tahapan konsolidasi demokrasi Pileg dan Pilpres 2019 serta Sinkronisasi Pelaksanaan Program Pengembangan SDM Aparatur Kemendagri dan pemerintah daerah.

Pertama, Tjahjo menyampaikan tahapan konsolidasi demokrasi yang panjang dimulai dari gelaran Pilkada Serentak 2015 yang melibatkan 269 daerah, tahun 2017 dengan 101 daerah, dan tahun 2018 dengan 171 daerah.

Tjahjo juga ingatkan para peserta Rakor Kepala BPSDM Se-Indonesia bahwa perlu diperhatikan bersama oleh pemerintah dan pemda untuk memberikan bantuan dan fasilitasi kepada penyelenggara pemilu mendukung tahapan pemilu sampai pada pelantikan, anggota DPRD provinsi dan kabupaten/kota, DPR dan DPD RI, serta presiden dan wakil presiden.

(Foto: Puspen Kemendagri)

Lebih lanjut Mendagri mengimbau seluruh aparatur pusat sampai daerah untuk membantu sosialisasi Pileg dan Pilpres Serentak 2019 agar tercapainya tingkat partisipasi politik masyarakat.

"Targetan penyelenggara pemilu adalah 78 persen mudah-mudahan bisa lebih. Kunci dari pelaksanaan sosialisasi tidak hanya dibebankan kepada penyelenggara pemilu, tetapi seluruh aparatur pemerintah, pemerintah daerah, dan seluruh masyarakat untuk ikut membantu, karena pemilu serentak kali ini mencoblos lima surat suara dan dari hasil simulasi proses pemungutan suara yang dibutuhkan satu orangnya bisa mencapai 11 menitan," tutur Tjahjo.

Pemilu ini kunci suksesnya adalah tingkat partisipasi dari masyarakatnya harus terjamin dalam menjaga legitimasi dari hasil pemilu itu sendiri.

Selain itu, Mendagri tidak bosan-bosannya nenyampaikan untuk mencermati dan lawan yang namanya Racun Demokrasi.

"Jangan lupa juga cermati dan lawan racun demokrasi, yaitu politik uang, kampanye yang berujar kebencian, politisasi SARA, fitnah, dan hoaks. Saat ini sangat mengkhawatirkan berbagai racun demokrasi di media sosial yang tentunya sangat mudah diakses oleh masyarat," ucapnya.

(Foto: Puspen Kemendagri)

Lebih lanjut ia juga minta untuk cermati konten dari media sosial yang mengandung, ujaran kebencian, politisasi SARA, hoaks, dan fitnah, jangan sampai masyarakat terpengaruh dari setiap informasi keliru yang berdampak pada rusaknya rasa persatuan dan kesatuan bangsa, justru seharusnya harus mengorganisasi dan menebar kedamaian, informasi yang mendinginkan dan menyejukan untuk merajut rasa persaudaraan dan persatuan.

"Mari kita jaga persatuan dan kesatuan serta semangat gotong royong di tengah-tengah masyarakat," kata Tjahjo.

Kedua, Mendagri memaparkan kaitan netralitas dari ASN dalam konteks politik, tetapi sebagai ASN harus tegak lurus dalam konteks pemerintahan pusat sampai daerah.

"Seorang ASN sangat tidak etis jika mencela pemerintah, baik pusat, provinsi, maupun kabupaten/kota, jelas arahan Presiden Jokowi ingin menjalankan tata kelola pemerintahan yang efektif, efisien, taat kepada hukum membangun reformasi birokrasi," ujar Tjahjo.

Acara Rakornas Kepala BPSDM Provinsi dan Kepala BKPSDM Kabupaten/Kota Se-Indonesia mengusung tema 'Sinkronisasi Program Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Manusia Aparatur Sipil Negara Pemerintahan Dalam Negeri Tahun 2019'.

Adapun hal-hal yang diangkat dalam rakornas ini menyangkut arah kebijakan pengembangan kompetensi ASN secara nasional, integrasi kompetensi pemerintahan dalam Diklat Kepemimpinan, Latihan Dasar CPNS, pengembangan diklat yang sesuai kebutuhan dan potensi daerah pemanfaatan IT dalam diklat, orientasi DPRD, diklat binaan Kemendagri, serta kebijakan alokasi anggaran diklat dalam APBD, dan isu-isu aktual di bidang pengembangan kompetensi ASN.

(Foto: Puspen Kemendagri)

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini