Kasus anti-semitisme meningkat tajam di Swedia
Data Badan Hak Asasi Uni Eropa pada tahun 2018 menunjukkan peningkatan tajam pada kasus anti-semitisme di Swedia.
Pada tahun 2017, kampanye kebencian neo-Nazi memaksa sebuah komunitas Yahudi di kota utara Umea berhenti beraktivitas.
Kemudian pada bulan Desember 2018, tiga lelaki asal Timur Tengah melemparkan bom bensin ke sebuah sinagog di Gothenburg ketika orang-orang muda sedang mengadakan pesta. Serangan itu terjadi setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa AS mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.
Populasi Yahudi Swedia hanya 20.000 orang dan sebagian besar sangat berhati-hati untuk tidak menonjol.
"Kebanyakan orang Yahudi di Swedia tidak menunjukkan kepada publik bahwa mereka adalah orang Yahudi," kata Isak Reichel, sekretatis jeneral komunitas Yahudi pusat di Swedia.
"Mereka tidak berjalan-jalan dengan kippah. Jika mereka memiliki Bintang Daud di leher mereka, mereka menyembunyikannya. Anak-anak di sekolah tidak mengatakan mereka adalah orang Yahudi," katanya.
Apa yang terjadi di Inggris?
Mayoritas insiden anti-Semitisme di Inggris adalah perlakuan kasar terjadap kelompok Yahudi dan pada tahun 2017 jumlahnya mencapai rekor, menurut Community Security Trust, sebuah badan amal yang bekerja sama dengan polisi untuk melindungi orang Yahudi.
Selama berbulan-bulan di musim panas tahun lalu, anti-Semitisme menjadi pusat wacana politik, dengan pemimpin Partai Buruh Jeremy Corbyn, dituding anti terhadap kelompok Yahudi.
Partai tersebut memperdebatkan peran Israel dalam definisi anti-Semitisme yang diadopsi oleh Aliansi Pengingat Holocaust Internasional (IHRA). Buruh akhirnya setuju pada definisi itu di bulan September, tetapi menambahkan pernyataan tentang melindungi kebebasan berbicara.
Beberapa minggu kemudian anggota Partai Buruh keturunan Yahudi, Luciana Berger, menghadiri konferensi tahunan partai dengan dikawal anggota kepolisian.
Rekomendasi Dewan Uni Eropa
Dewan Uni Eropa telah menyerukan kepada negara-negara untuk menggunakan definisi anti-Semitisme yang ditetapkan IHRA sebagai panduan dalam pendidikan dan pelatihan.
Badan hak asasi UE juga mendesak negara-negara anggotanya untuk "bekerja sama secara sistematis" dengan komunitas Yahudi untuk melindungi situs-situs Yahudi. Selain itu, badan tersebut meminta negara anggota untuk mendampingi korban saat melaporkan serangan yang mereka alami.
(Fakhri Rezy)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.