nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kasus Kebencian Terhadap Umat Yahudi Terus Berlanjut di Eropa

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis · Minggu 03 Maret 2019 14:58 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 03 03 18 2025214 kasus-kebencian-terhadap-umat-yahudi-terus-berlanjut-di-eropa-TA2eJVkoZz.jpg Antisemitisme (BBC)

EROPA - Dari perusakan memorial hingga kuburan, kasus kebencian terhadap umat Yahudi terus berlanjut di Eropa

Serangkaian peristiwa perusakan memorial, kuburan umat Yahudi, hingga penyerangan fisik terhadap kelompok Yahudi terjadi di beberapa negara di Eropa beberapa tahun belakangan ini.

Yang terbaru, sebuah situs memorial di Sinagoge Yahudi di Strasbourg, sebuah kota di Prancis bagian timur, dirusak, ujar wakil wali kota Strasbourg, Alain Fontanel.

Pada kicauan Twitternya, Fontanel mengunggah gambar marmer memorial yang terlepas dari alasnya. Ia menyebut serangan itu sebagai tindakan anti-Semitisme baru di kotanya.

 Baca juga: Uni Eropa Masukkan Arab Saudi dan Panama dalam "Daftar Hitam" Terkait Pencucian Uang

Memorial itu berdiri di situs sinagoge yang dibakar oleh Nazi pada September 1940. Bulan lalu, puluhan kuburan di pemakaman Yahudi dicorat-coret.

 https://ichef.bbci.co.uk/news/660/cpsprodpb/1C27/production/_105870270_f636dafb-6a85-40ca-aa3d-87e8d6f0646c.jpg

Gambar Swastika dan slogan-slogan anti-Semit disemprotkan di kuburan. Presiden Emmanuel Macron mengunjungi pemakaman yang terletak di Quatzenheim itu setelah insiden tersebut.

Macron menyatakan "tekad bulatnya untuk memerangi gerakan anti-Semitisme dalam segala bentuk".

 Baca juga: Schengen, Desa Kecil yang Mengubah Perjalanan Indonesia ke Eropa

Setelah kejadian terakhir di Strasbourg, Fontanel berkata: "Sayangnya, sejarah berulang." Dia mengatakan pejabat terkait dan polisi sedang melakukan pencarian terhadap orang-orang yang merusak memorial itu.

Perancis memiliki komunitas Yahudi terbesar di Eropa, setidaknya sebanyak 550.000 orang.


Tren kenaikan kasus anti-Semit di Prancis

Statistik yang diterbitkan bulan lalu menunjukkan peningkatan sebanyak 74% dalam kasus anti-Semit di Prancis, dari 311 kasus pada 2017 menjadi 541 pada tahun 2018.

 https://ichef.bbci.co.uk/news/624/cpsprodpb/14DF0/production/_104688458_antisem_europe-nc.png

Dalam satu kasus, jendela sebuah toko roti milik kaum Yahudi di Paris dicoret-coret dengan kata "Juden" (Yahudi dalam bahasa Jerman).

Bulan lalu, polisi juga turun tangan untuk melindungi filsuf, Alain Finkielkraut, setelah ia dibombardir dengan ejekan anti-Yahudi oleh sekelompok pengunjuk rasa "rompi kuning" di Paris.

 Baca juga: Dukung Inggris dalam Kasus Skripal, Uni Eropa Panggil Pulang Dubesnya dari Rusia

Kelompok-kelompok Yahudi mengatakan meningkatnya gerakan kanan-ekstrem (far-right) telah memicu gerakan anti-Semitisme dan kebencian terhadap kelompok minoritas lainnya.

Selain di Prancis, survei yang dilakukan Badan Hak Asasi Uni Eropa pada tahun 2018, menunjukkan kasus serupa juga terjadi di negara-negara lain di Eropa seperti Jerman, Belgia, Polandia, and Swedia.

Kasus serupa di Jerman

Data kejahatan yang dirilis otoritas Jerman minggu lalu mengungkapkan kasus anti-Semit telah meningkat 10% selama tahun lalu - termasuk peningkatan 60% dalam serangan fisik.

Pemerintah Jerman mengatakan mayoritas serangan dilakukan kelompok ekstrem kanan dan Islam.

Josef Shcuster, kepala Dewan Pusat kelompok Yahudi di Jerman, mengatakan angka itu menunjukkan bahwa tindakan tegas pemerintah "sangat dibutuhkan".

 Baca juga: Perkuat Pertahanan, Uni Eropa Akan Tanda Tangani Pakta Baru

"Angka terakhir ini belum resmi, tetapi setidaknya angka itu mencerminkan kecenderungan [anti-Semit] - dan itu menakutkan," katanya dalam sebuah pernyataan kepada BBC.

"Apa yang dianggap sebagai kesan subjektif di kalangan orang Yahudi sekarang terkonfirmasi dalam bentuk statistik."

Tahun lalu, pemerintah Jerman mengumumkan bahwa tim khusus akan dikirim ke sekolah-sekolah Jerman untuk memerangi anti-Semitisme.

Kanselir Angela Merkel mengatakan setiap orang bertanggung jawab untuk memiliki pendekatan "nol toleransi" terhadap anti-Semitisme dan bentuk-bentuk xenofobia lainnya.

"Orang-orang yang tumbuh dewasa di era ini harus tahu apa yang dapat dilakukan orang-orang di masa lalu dan kita harus bekerja proaktif untuk memastikan hal itu tidak pernah terulang," kata Merkel.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini