Untuk penangan kasus DBD sendiri, Dinkes DKI Jakarta memiliki beberapa upaya, seperti upaya promotif yakni menyebarluaskan informasi melalui berbagai macam media massa, dan media sosial. Serta juga upaya preventif dengan melakukan fogging, jumantik, pelaksanaan 3 M (menguras; menutup dan mendaur ulang).
“Jumantik, PSN, fogging pada saat ada kasus. Bahkan teman-teman kami yang di Kalideres itu sudah mengumpulkan itu di tingkat kecamatan bukan lagi di tingkat kota. Kemudian juga mereka sudah sampai seperti penjual odong-odong bikin kampanye itu pakai kendaraan operasional,” katanya.
“Itu untuk keliling ke door to door untuk membagikan label dan memami pengeras suara masuk ke gang-ganf. Selain juga tentunya mengumpulkan warga maupun edukasi melalui media sosial maupun yang lain, mereka juga beberapa inovasi yang mereka lakukan termasuk juga untuk menanam beberapa tanaman untuk mengusir nyamuk tadi,” kata Widyastuti.
Baca Juga: 110 Warga Tanjungpinang Terjangkit DBD, 1 Korban Meninggal Dunia
(Edi Hidayat)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.