JAKARTA – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) milik Badan Geologi Kementerian ESDM membeberkan faktor penyebab longsor atau gerakan tanah yang terjadi di area tambang milik PT Freeport Indonesia di Mile Post 74, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua.
Penyebab longsor yang terjadi pada Sabtu 2 Maret 2019 siang itu adalah adanya kemiringan lereng yang sangat terjal.
“Adanya batuan dasar yang bersifat lempungan yang mudah mengembang bila terkena air. Hujan dengan intensitas tinggi sebagai pemicu terjadinya gerakan tanah,” tulis PVMBG dalam website resminya, Senin (5/3/2019).
Berdasarkan Peta Geologi Timika, lokasi bencana tersebut masuk dalam Kelompok Kembelangan yang tersusun oleh batu pasir tak terpisahkan ekmai, batu lumpur piniya, batupasir woniwogi dan formasi kopai.
Di sekitarnya juga terdapat batuan terobosan yaitu Intrusi Ilaga (Tpi) yang terdiri atas diorit, diorit kuarsa, monzonit, stok, retas, sill.