JAKARTA - Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen Sisriadi turut angkat bicara terkait penangkapan dan penetapan status tersangka oleh Bareskrim Mabes Polri terhadap dosen Sosiologi Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Robertus Robet yang telah mempelesetkan lagu mars ABRI.
Secara keseluruhan, kata Sisriadi, konten orasi yang diungkapkan oleh Robertus Robet dalam aksi damai Kamisan, di depan Istana Kepresidenan, Jakarta, beberapa waktu lalu, sebagai masukan dari rakyat untuk membangun kepercayaan terhadap TNI.
"Dalam orasi itu juga ada konten yang sedang menjadi trending topic yang intinya meminta jangan sampai TNI berdwifungsi seperti zaman orba lagi. Konten ini tentu bisa dijadikan masukan untuk membangun trust masyarakat kepada TNI," kata Sisriadi kepada Okezone di Jakarta, Jumat (8/3/2019).
Adapun, konten yang menjadi masukan Robet dalam orasinya terhadap institusi TNI yakni soal dwifungsi. Di mana, TNI seharusnya tidak kembali ke zaman orde baru yang ikut masuk ke dalam ranah politik.
"(Karena) kita kan terus membangun TNI agar profesional seperti amanat Undang-undang Nomor 34 Tahun 2004," katanya.