Mantan Menkes: Ketimpangan Kesehatan di Daerah Jadi Tantangan Presiden Terpilih

Muhamad Rizky, Jurnalis · Sabtu 09 Maret 2019 11:47 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 03 09 605 2027772 mantan-menkes-ketimpangan-kesehatan-di-daerah-jadi-tantangan-presiden-terpilih-qnljYdnx1X.jpg Polemik MNC Trijaya (Muhamad Rizky/Okezone)

JAKARTA - Mantan Menteri Kesehatan (Menkes) Nafsiah Mboi menilai kedua visi misi pasangan calon presiden 01 Jokowi-Ma'ruf Amin maupun Prabowo-Sandiaga Uno sama-sama baik dalam bidang kesehatan. Hal itu disampaikannya saat diskusi Polemik MNC Trijaya, di Jakarta Pusat.

"Saya secara langsung mengatakan bagus bahwa paslon 01 memusatkan pada kualitas manusia sedangkan paslon 02 memusatkan juga pada quality hanya kata-katanya beda," kata Mboi, Sabtu (9/3/2019).

 Baca juga: Jokowi dan Iriana Senam Bareng "Srikandi" di Jakabaring Palembang

Kendati demikian sambungnya, berdasarkan studi yang dilakukannya terkait beban penyakit dan faktor risiko di 34 provinsi dari tahun 1990 hingga 2017 masih banyak ketimpangan kesehatan di daerah.

 https://img-k.okeinfo.net/content/2014/06/13/483/998465/aXxBAk1MZz.jpg

"Memang betul Indonesia telah meraih kemajuan cukup banyak dalam bidang kesehatan misalnya angka harapan hidup sudah meningkat dalam waktu 3 dekade itu sekitar 9 tahun, tetapi ketimpangan dan perbedaan antar daerah itu yang belum diangkat termasuk dalam bidang kesehatan," ungkapnya.

 Baca juga: Jokowi dan Iriana Senam Bareng "Srikandi" di Jakabaring Palembang

Selain itu, lanjutnya, Indonesia juga masih kekurangan tenaga kesehatan. Hal ini menjadi tugas besar bagi siapa pun yang akan terpilih pada Pemilu 2019 nantinya.

Dirinya menambahkan, pengendalian terhadap laju tembakau yang dilakukan pemerintah masih dinilai lemah. Hal ini terlihat dari meningkatnya jumlah perokok yang tidak sejalan dengan rencana pembangunan kesehatan pada periode 2015-2019 yang difokuskan pada empat program prioritas.

 Baca juga: Sambangi Takengon, TKN Bertemu Ayah Angkat Jokowi

Keempat program itu adalah penurunan angka kematian ibu dan bayi, penurunan prevalensi balita pendek (stunting), pengendalian penyakit menular dan pengendalian penyakit tidak menular.

"Dengan meningkatnya jumlah perokok maka jumlah penyakit yang disebabkan rokok itu pun meningkat luar biasa," tukasnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini