Soal Foto Kemasan Kondom, TKN: Ini Cara-Cara Biadab dan Tak Beretika

CDB Yudistira, Jurnalis · Senin 11 Maret 2019 10:41 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 03 11 605 2028314 soal-foto-kemasan-kondom-tkn-ini-cara-cara-biadab-dan-tak-beretika-wIlRH0PfEY.jpg Jokowi-Maruf (Okezone)

BANDUNG - Soal beredarnya foto kondom bergambar pasangan capres-cawapres pasangan 01, Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin sangat mengecam isu tersebut.

Wakil Direktur Hukum dan Advokasi Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo - KH Ma'ruf Amin, Hermawi Taslim mengemukakan, penyebaran foto kondom tersebut pasti dilakukan secara sengaja untuk merusak citra Jokowi-Amin.

 Baca juga: Heboh Kondom Gambar Jokowi-Ma'ruf, Pakar: Kampanye Hitam Tak Akan Efektif

"Cara-cara biadab dan tidak beretika seperti itu tidak boleh ada toleransi sedikit pun. Harus dibasmi. Tidak boleh berkembang menjadi budaya politik di Indonesia," ujar Taslim, Minggu (10/3/2019).

 https://img.okeinfo.net/content/2019/03/10/605/2028123/heboh-kondom-gambar-jokowi-ma-ruf-pakar-kampanye-hitam-tak-akan-efektif-P2KUsatZCL.jpg

Politisi Nasdem itu, mengecam sangat keras perilaku kampanye seperti itu. Kampanye model itu sudah tergolong hitam dan kotor dengan niat menjatuhkan lawan.

Ia menilai praktik kampanye kotor seperti itu tidak hanya merusak citra paslon nomor urut 01, tetapi lebih jauh berniat memecah belah kesatuan dan persatuan bangsa dan negara Indonesia.

 Baca juga: Beredar Kondom Bergambar Jokowi-Ma'ruf, BPN Prabowo Sarankan TKN Lapor Polisi

Bukan tidak mungkin cara-cara seperti itu, menurutnya akan membangkitkan fanatisme paslon kemudian masyarakat diadu domba dan pecah belah.

"Nasdem berharap polisi harus sangat serius mengusut ini. Siapapun pelakunya harus dihukum. Kalau pun rakyat biasa,tetap harus diproses. Jangan sampai dimaafkan dengan alasan mereka hanya diperalat," katanya.

Masa kampanye, khususnya kampanye pilpres, harus menjadi momentum pemaparan program, visi dan misi para kandidat agar publik mempunyai gambaran mengenai para calon pemimpin.

"Kita sungguh-sungguh mengecam bahkan mengutuk praktik seperti ini. Sudah melewati batas. Tidak beretika sama sekali. Karena itu penegakan hukum harus berjalan," tegasnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini