Program Jokowi-Ma'ruf Sudah Pasti, Prabowo-Sandi Masih di Awang-Awang

Senin 11 Maret 2019 21:30 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 03 11 605 2028660 program-jokowi-ma-ruf-sudah-pasti-prabowo-sandi-masih-di-awang-awang-KtLL6yFcKy.jpeg Jokowi-Ma'ruf Amin dan Prabowo-Sandi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Berbagai kritik dan pernyataan terus dilontarkan kubu pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto -Sandiaga Uno terhadap program 'kartu sakti' yang diusung pasangan nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma'ruf Amin.

Terakhir, Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak menyindir ucapan capres petahana Jokowi soal program janji Kartu Pra Kerja. Jokowi sebelumnya bilang penerima program ini nantinya bukan pengangguran. Menurut Dahnil, pernyataan Jokowi membuat masyarakat semakin bingung.

(Baca Juga: TKN Akui Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf Turun Akibat Diserang Fitnah

Menanggapi hal itu, Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Irma Chaniago mengatakan, yang sebenarnya bingung adalah kubu BPN yang tidak memiliki program konkret.

"Jokowi mengeluarkan program 3 kartu baru, yakni Kartu Pra Kerja, kartu sembako, dan Kartu Indonesia Pintar untuk level universitas. Pemaparan mengenai program 3 kartu sakti Jokowi ini sudah sangat jelas, jika dibandingkan dengan kubu oposisi yang cenderung masih wacana di awang-awang," ujar Irma di Jakarta, Selasa (11/3/2019).

 Jokowi-Maruf Amin

Irma menyebut janji penyediaan lapangan kerja yang diusung Prabowo-Sandi tidak diikuti penjelasan terperinci tentang cara mencapainya dan berapa sasarannya. "Kalau Jokowi sudah jelas menciptakan 10,3 juta lapangan pekerjaan. Tahapannya juga jelas untuk meningkatkan kemampuan dari lulusan SMA/SMK dan universitas yang baru lulus. Kalau kubu sebelah apa langkah konkretnya," ujar Irma.

(Baca Juga: Ma'ruf Amin Jelaskan Fungsi "Tol Langit" yang Diusung Pemerintah

Oleh karena itu, politisi dari Partai Nasdem itu sangat menyayangkan kritik yang diberikan kubu oposisi terhadap program 'kartu sakti' Jokowi. "Menurut kami, seharusnya BPN bisa lebih concern terhadap program kerja yang akan mereka lakukan kedepannya, bukan sibuk mengkritik petahana," katanya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini