nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jenazah WNI Dimutilasi di Malaysia Dipulangkan Besok

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Selasa 12 Maret 2019 14:15 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 03 12 337 2028870 jenazah-wni-dimutilasi-di-malaysia-dipulangkan-besok-FXCEKi8cdP.jpg Karopenmas Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo (Foto: Okezone)

JAKARTA - Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, kedua jenazah warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban pembunuhan dengan mutilasi di Malaysia akan diterbangkan pulang ke Indonesia besok, Rabu 13 Maret 2019. Kedua jenazah akan diterbangkan menggunakan pesawat MH 713.

"Dari hasil komunikasi KBRI, SLO dan kepolisian PDRM sudah ada titik terang bahwa rencana besok tanggal 13 Maret, sekira pukul 07.30 sampai 08.30 waktu Malaysia untuk dua jenazah atas nama Nuryanto dan Ai Munawaroh akaa diterbangkan dari Malaysia ke Indonesia," kata Dedi, di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (12/3/2019).

Diketahui, dua jenazah yang menjadi korban pembunuhan itu adalah bos tekstil asal Bandung Ujang Nuryanto dan teman wanitanya Ai Munawaroh. (Baca Juga: 2 Jasad WNI yang Dimutilasi di Malaysia Belum Dibawa Pulang)

Dedi menjelaskan, jenazah Nuryanto akan dibawa ke kediaman istrinya yang bernama Meli di Kampung Cionde Timur, Bojong Malaka, Kecamatan Bale Endah, Bandung. Sementara jenazah Ai Munawaroh akan dibawa ke Dusun Cirapuan, Desa Sidang Jaya, Kecamatan Mangunjaya, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Ilustrasi 

Meski akan dipulangkan, Dedi mengungkapkan, jenazah keduanya tidaklah utuh. Namun, pihak PDRM masih terus melakukan pencarian bagian tubuh lain. Dipulangkannya jenazah karena identifikasi telah berhasil.

"Jenazah yang dipulangkan tak utuh dari body pack yang ditemukan kemarin (PDRM) masih melakukan pencarian tapi karena proses identifkasi sudah clear ini besok diterbangkan langsung," ujarnya.

(Baca Juga: Jasad Perempuan yang Dimutilasi di Malaysia Dipastikan WNI Ai Munawaroh

Dedi menekankan, apabila keberhasilan pemulangan jenazah keduanya adalah berkat kerjasama Malaysia dan Indonesia serta pihak-pihak terkait. "Ini berkat komunikasi dan kerjasama yang baik antara pihak Malaysia dengan Indonesia, juga pihak Kemenlu, kepolisian RI dengan PDRM," kata Dedi.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini