Panglima TNI menegaskan bahwa perbedaan jangan menjadi kelemahan. Keanekaragaman haruslah menjadi kekuatan yang saling mengisi dan melengkapi. “Mari kita songsong masa depan yang lebih cerah dengan menyiapkan diri sejak sekarang serta menjaga ke-Bhinneka Tunggal Ika-an bangsa”, katanya.
Lebih jauh Panglima TNI mengatakan bahwa dalam menyikapi berbagai isu dan permasalahan, umat Islam harus dewasa. “Saya katakan demikian karena kita harus melihat setiap masalah dengan kepala dingin, hati yang jernih dan jiwa yang lapang, agar tidak mudah terbakar amarah, terhasut bahkan diadu domba”, tuturnya.
“Disinilah peran penting pondok pesantren, ulama dan para santri untuk mendorong masyarakat menjadi masyarakatyang maju dalam ke-Bhinneka Tunggal Ika-an”, kata Panglima TNI.
Baca Juga: Satgas 328/K Amankan Area Lokasi Benda Mirip Bom PD Pertama
