nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ketua PKS Pasaman Barat Minta Caleg Pelaku Pencabulan Menyerahkan Diri

Rus Akbar, Jurnalis · Kamis 14 Maret 2019 13:39 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 03 14 340 2029872 ketua-pks-pasaman-barat-minta-caleg-pelaku-pencabulan-menyerahkan-diri-tae0OAluJG.jpg Ilustrasi Pencabulan (foto: Okezone)

PADANG - Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, Fajri Yustian meminta calon anggota legislatif (Caleg) berinisial AH menyerahkan diri dan menjelaskan kasus pencabulan yang menimpanya.

Fajri membenarkan, bahwa AH yang diduga tersandung kasus pencabulan terhadap anak kandungnya berinisial CA (17) merupakan calon anggota legislatif (caleg) dari PKS. AH tertera di daftar calon tetap nomor urut 4 di daerah pemilihan Pasaman Barat 3 yang berdomisili di Kecamatan Sungai Aur.

(Baca Juga: Caleg PKS Diduga Cabuli Anak Kandung Sejak Kelas 3 SD) 

Kendati demikian, AH bukanlah seorang kader PKS, dia hanya ditunjuk sebagai caleg lantaran ketokohan dan dorongan dari masyarakat yang menjadi wilayah pemilihannya.

"Jangan salahkan partai. Dia bukan kader tapi caleg yang kita rekrut menjelang pencalegkan. Karena yang bersangkutan mendapat dorongan masyarakat, ada peluang besar. Terkait privasi dan kehidupan pribadi seseorang tentu kami tidak tahu itu," ujar Fajri, Kamis (14/3/2019).

 

Fajri tidak menduga ada salah satu caleg dari partainya terjerat kasus pencabulan. Dia malah tahu setelah ada keluarga korban melaporkan hal ini kepada pihak kepolisian. "Jadi kasus ini baru kami mengetahui 7 Maret kemarin, tentu kami tidak memperkirakan itu terjadi. Karena tidak mungkin disalahkan partai karena memilih orang ini," katanya.

Menjurut Fajri, AH bisa jadi caleg di PKS ini karena dia guru mengaji, imam masjid, dan tokoh panutan di masyarakat sekitar daerahnya. “Jadi kita tidak bisa memvonis, kita harus bisa menceritakan dugaan. Dugaan yang harus ada bukti di pengadilan apakah yang bersangkutan betul bersalah," tuturnya.

Pihak PKS sendiri sudah melakukan koordinasi dan menghubungi namun tidak bisa. "Beliau ini sudah lari ke Jawa (Jakarta), saya sudah berulang kali mencoba komunikasi untuk klarifikasi, tapi nomor handphone-nya tidak bisa dihubungi,” ujarnya.

PKS tetap menegakkan nilai moral di tengah masyarakat terkait dengan persoalan AH yang menjadi calegnya. PKS juga tetap apresiasi pihak kepolisian untuk penyelidikan dan mempersilakan proses hukum yang berjalan dan tidak melakukan pembelaan.

(Baca Juga: Caleg PKS yang Diduga Cabuli Anak Kandungnya Kabur ke Jakarta) 

"Apabila memang bersalah kami tidak ada pembelaan, kalau memang ternyata bersalah di pengadilan nanti," ucapnya.

Kendati kasus pencabulan ini partai akan siap melakukan memberikan pendampingan bantuan hukum apabila AH meminta. Sebab perdampingan hukum tersebut merupakan hak pribadi.

"Tapi PKS tidak mentolerir sikap perilaku hal sedemikian, siapapun pelakunya. Kalau terbukti silakan hukum, hukum seberat-berat,” tuturnya.

(fid)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini