nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK Langsung Panggil Pejabat Wijaya Karya Usai Ditetapkannya Tersangka Korupsi Jembatan

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Jum'at 15 Maret 2019 10:37 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 03 15 337 2030274 kpk-langsung-panggil-pejabat-wijaya-karya-usai-ditetapkannya-tersangka-korupsi-jembatan-v0ZE0NorJ7.jpg Febri Diansyah (Okezone)

JAKARTA - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung mengagendakan pemeriksaan terhadap Manajer Divisi Operasi I PT Wijaya Karya (Persero), I Ketut Suarbawa, pada hari ini.

Ketut Suarbawa sendiri ditetapkan sebagai terduga ‎kasus dugaan korupsi pembangunan jembatan Waterfront City atau jembatan Bangkinang tahun anggaran 2015-2016 di Kabupaten Kampar, Riau, pada malam tadi.

 Baca juga: KPK Tetapkan Pejabat PT Wijaya Karya dan Bina Marga Tersangka Korupsi Jembatan

Namun, Ketut Suarbawa masih akan diperiksa ‎dalam kapasitasnya sebagai saksi.Sedianya, Ketut Suarbawa akan diperiksa dalam proses penyidikan untuk tersangka Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jembatan Waterfront Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Kampar, Riau, Adnan (AND).

"I Ketut Suarbawa, Manager Proyek PT Wijaya Karya diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka AND," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (15/3/2019).

 https://img-z.okeinfo.net/okz/500/library/images/2019/02/17/pt6k1wob5yw6lhvonnxp_15041.jpg

Selain Ketut Suarbawa, KPK juga memanggil satu saksi lainnya yakni, karyawan swasta, Lilik Sugijono. Dia juga akan diperiksa untuk proses penyidikan Adnan.

 Baca juga: Rugikan Negara Rp39,2 Miliar, KPK Sesalkan Pejabat Wijaya Karya Korupsi Pembangunan Jembatan

Sebelumnya, KPK menetapkan dua orang tersangka terkait kasus dugaan korupsi pengadaan dan pelaksanaan pekerjaan pembangunan jembatan Waterfront City atau jembatan Bangkinang tahun anggaran 2015-2016 di Kabupaten Kampar, Riau.

Dua tersangka tersebut yakni, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jembatan Waterfront Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Kampar, Riau, Adnan (AND) dan Manajer Divisi Operasi I PT Wijaya Karya (Persero), I Ketut Suarbawa (IKS).‎ Keduanya diduga telah merugikan negara sekira Rp39,2 miliar.

KPK menduga telah terjadi kerjasama antara Adnan dan I Ketut Suarbawa terkait penetapan harga perkiraan pelaksanaan pembangunan Jembatan Waterfront City secara tahun jamak yang dibiayai APBD Tahun 2015, APBD Perubahan Tahun 2015 dan APBD Tahun 2016.

 Baca juga: KPK Tetapkan Pejabat PT Wijaya Karya dan Bina Marga Tersangka Korupsi Jembatan

Dalam perkara ini, Adnan diduga menerima uang kurang lebih sebesar Rp1 miliar atau 1 persen dari nilai nilai kontrak.‎ Diduga, terjadi kolusi dan pengaturan tender yang melanggar hukum yang dilakukan oleh keduanya.

Atas perbuatannya, kedua tersangka tersebut disangkakan melanggar pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini