nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Erdogan Tayangkan Video Penembakan di Selandia Baru saat Kampanyenya, Ini Alasannya!

Agregasi VOA, Jurnalis · Selasa 19 Maret 2019 08:00 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 03 19 18 2031913 erdogan-tayangkan-video-penembakan-di-selandia-baru-saat-kampanyenya-ini-alasannya-AUx46AIzy1.jpg Masjid di Selandia Baru (VoA)

TURKI - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah menunjukkan bagian-bagian video yang dibuat oleh penyerang yang menewaskan 50 orang di dua mesjid di Selandia Baru, untuk menjelaskan apa yang disebutnya meningkatnya ketakutan akan ajaran Islam atau Islamophobia.

Presiden Turki Erdogan menunjukkan potongan-potongan video itu dalam kampanye pemilihan lokal yang diadakan akhir minggu. Video yang gambarnya dikaburkan tapi suara tembakan senjata otomatis jelas terdengar, dipertunjukkan kepada ribuan orang yang hadir dalam rapat kampanye dan juga disiarkan lewat televisi.

 Baca juga: Pelaku Teror Masjid Selandia Baru Beli 4 Senjata Secara Daring

Erdogan menggunakan video itu untuk menunjukkan serangan-serangan yang dilancarkan terhadap orang Islam dan Islamophobia. Ia mengecam dunia barat yang tidak menyebut serangan atas dua masjid di kota Christchurch itu sebagai “teror Kristen,” tapi kalau kejahatan seperti itu dilakukan oleh warga Muslim disebut “teror Islam.”

 https://gdb.voanews.com/EBB46315-064A-4424-B696-FBF5E06A1258_cx0_cy10_cw0_w1023_r1_s.jpg

Erdogan juga mengutip manifesto yang ditulis oleh penyerang yang bernama Brenton Tarrant, di mana ia mengancam rakyat Turki, dan bertekad akan membuat Istanbul “kembali menjadi kota Kristen.”

Pemimpin Turki itu kemudian menyerang tokoh oposisi Kemal Kilicdaroglu yang menyalahkan Islam dan orang-orang Islam sebagai penyebab serangan itu.

 Baca juga: Sebar Video Teror Christchurch, Pemuda Selandia Baru Terancam 14 Tahun Penjara

Kilicdaroglu mengecam serangan atas masjid itu dan mengatakan dunia Islam harus melihat pada dirinya sendiri untuk memahami sebab-sebab aksi teroris.

Faik Oztrak, wakil ketua Partai Republik Rakyat menuduh Erdogan menggunakan video itu sebagai “alat propaganda demi mendapat tiga atau lima suara tambahan.”

 Baca juga: Australia Ungkap Penyebab Penembak Dua Masjid di Selandia Baru Tak Masuk Daftar Hitam Kepolisian

Menteri LN Selandia Baru Winston Peters hari Senin mengatakan ia telah memberi tahu Menlu dan wakil presiden Turki yang sedang berkunjung, bahwa video itu sama sekali tidak menunjukkan sikap rakyat Selandia Baru, dan bahkan bisa membahayakan rakyatnya.

Facebook mengatakan telah menghapus 1,5 juta video penembakan yang terjadi di Selandia Baru itu dalam waktu 24 jam setelah kejadian.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini