nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Miliki Sabu Hampir 1 Kg, Seniman Tato Terancam Penjara Seumur Hidup

Wahyu Muntinanto, Jurnalis · Selasa 19 Maret 2019 22:02 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 03 19 338 2032335 miliki-sabu-hampir-1-kg-seniman-tato-terancam-penjara-seumur-hidup-d9Cdduw5Fu.jpg Seniman Tato yang diamankan polisi (foto: Wahyu/Okezone)

DEPOK - Satnarkoba Polresta Depok menangkap bandar Narkoba jenis sabu bernama Riko Affandi (31) di rumah kontrakanya jalan Datuk Kuningan, Beji, Kota Depok, Jawa Barat, Senin 11 Maret 2019 sekira pukul 22.00 Wib.

Wakil Kepala Polres Kota Depok, Jawa Barat, AKBP Arya Perdana mengatakan pemilik sabu dengan berat 727 ,7 Gram setara 7 ons lebih atau hampir 1 kilogram itu dijerat pasal 114 ayat 2 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun kurungan penjara atau seumur hidup.

"Karena barang buktinya banyak kurang lebih satu kilogram tersangka kami jerat pasal 114 ayat 2 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun kurungan penjara atau seumur hidup," ujar Arya di Polresta Depok, Selasa (19/3/2019).

 ss

Pria yang berprofesi sebagai seniman tato ini mengungkapkan bahwa barang haram ini untuk diedarkan diseluruh wilayah Depok bahkan hingga sampai ke Jakarta dan Bogor. Sementara sabu dalam jumlah banyak didapatkan tersangka dari bandar besar lainya, mereka diketahui berkomunikasi melalui telephone genggam.

"Tersangka ngakunya sebagai kurir saja, dia dapat arahan dari atasanya untuk mengirim sabu itu ke orang yang sudah menunggu di tempat yang di janjikan," ucapnya.

Atas penelusuran polisi, Arya mengaku dari rumah kontrakan tersangka pihaknya menyita sabu, timbangan digital, 2 handphone dan 1 boks pelastik bening.

 s

Sebelumnya, Ketua RT04/RW03 H Armansyah mengatakan bahwa pelaku mengaku berprofesi sebagai pembuat tato. Namun dia tidak mengetahui secara pasti, sebab pelaku tidak melapor ke ketua RT ketika baru pindah ke rumah kontrakan.

"Waktu penangkapan saya hanya menyaksikan saja kata pelaku di profesinya tukang tato. Saya gak tau juga atau cuma kamuflase saja," ujar Armansyah.

Sedangkan Ani (37) sebagai pengurus kontrakan yang tinggal di sebelah lokasi penggerebekan, juga membenarkan jika pelaku bekerja menjadi pembuat tatto. Dia menuturkan pelaku saat ini tinggal bersama istri dan anaknya dan sudah mengontrak selama 1 tahun.

"Katanya tukang bikin tatto, soalnya dia juga jarang membaur sama tetangga karena aktifitasnya pelaku malam kalau siang tidur," jelasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini