Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Juru Kunci Kelenteng Tay Kak Sie Sempat Minta Tolong Sebelum Tewas dalam Kebakaran

Agregasi Solopos , Jurnalis-Kamis, 21 Maret 2019 |10:55 WIB
Juru Kunci Kelenteng Tay Kak Sie Sempat Minta Tolong Sebelum Tewas dalam Kebakaran
(Foto: Semarangpos)
A
A
A

SEMARANG - Kebakaran melanda kompleks Kelenteng Tay Kak Sie, Kamis (21/3/2019) sekira Pukul 04.30 WIB. Dua bangunan yang terdapat di kompleks benda cagar budaya itu, yakni Rumah Abu Tjie Lam Cay dan Kantor Yayasan Kong Tiek Soe terbakar. Satu orang dilaporkan tewas akibat kebakaran.

Informasi yang diperoleh Semarangpos.com, korban tewas itu tak lain adalah penjaga rumah abu alias juru kunci, Sutiyono (82), yang biasa disapa Om Lhe.

"Korban tewas laki-laki, penjaga Tyie Lam Tjay, terjebak api di dalam ruangan," ungkap salah seorang saksi mata yang tinggal di sekitar lokasi, Sofian Candra, saat dijumpai wartawan.

Menurut pengakuan Candra, semula terlihat asap membubung tinggi di lokasi. Ia semula mengira asap itu berasal dari api pembakaran sampah dari belakang kelenteng.

“Ya saya kira pertama dari sampah, tahunya pas dicek lagi kok ada asap dan api dari dalam kelenteng. Saya buru-buru kasih tahu teman saya terus ambil alat pemadam,” kata Candra. Dari tiga bangunan yang berjejeran di tempat itu, dia melihat api membesar dari bangunan Tjie Lam Tjay yang berada di tengah.

Candra juga sempat melihat korban minta tolong. Namun, saat berusaha menolong dirinya terhalang pintu yang dikunci dari dalam. “Saya lihat bapaknya sudah lemas minta tolong. Saya berusaha mendobrak pintu, tapi sudah enggak bisa karena dikunci dari dalam,” ujarnya.

Foto: Taufik Budi/Okezone

Foto: Taufik Budi/Okezone

Melihat hal itu, Candra lantas meminta bantuan dan warga lainnya berusaha menghubungi petugas pemadam kebakaran. “Bapaknya (korban) memang sudah tua. Waktu itu saya lihat beliau dalam posisi setengah duduk,” kata dia.

(Baca juga: Bangunan Utama Kelenteng Tay Kak Sie Tinggal Puing Usai Dilanda Kebakaran)

Menurut Candra, Rumah Abu Tjie Lam Cay banyak berisikan lilin untuk sembayang dan yonsua atau dupa, sehingga membuat api mudah menjalar dan meluluhlantakkan bangunan cagar budaya (BCB) itu.

Sementara itu, petugas pemadam kebakaran yang ke lokasi langsung melakukan pemadaman. Meski demikian, proses pemadaman sempat terkendala aliran listrik di lokasi yang masih menyala. “Kami kontak ke PLN untuk memadamkan. Setelah itu, kami langsung lakukan pemadaman,” ujar Komandan Peleton 2 Damkar Kota Semarang, Agus N.

Setelah berhasil memadamkan api, petugas pemadam kebakaran segera mengevakuasi jasad korban. Api baru bisa dipadamkan sekitar Pukul 06.00 WIB.

Berdasarkan penelusan dari berbagai sumber, Kelenteng Tay Kak Sie merupakan salah satu kelenteng tertua di Semarang. Klenteng itu didirikan sekitar 1746 untuk memuja Dewi Welas Asih, Kwan Sie Im Po Sat.

Sementara bangunan Kong Tik Soe atau Rumah Abu Tjie Lam Cay merupakan rumah ibadah untuk memberikan penghormatan kepada para leluhur. Bangunan yang ada di kompleks Klenteng Tay Kak Sie itu berdiri pada pengujung tahun 1845, diprakarsai oleh Letnan Khouw Giok Soen, Letnan Tan Hong Yan, dan Mayor Be Ing Tjioe. Bangunan ini masuk dalam BCB di Kota Semarang.

(Qur'anul Hidayat)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement