Pertarungan Jokowi vs Prabowo Untungkan PDIP dan Gerindra

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Jum'at 22 Maret 2019 14:43 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 03 22 606 2033580 pertarungan-jokowi-vs-prabowo-untungkan-pdip-dan-gerindra-70rK0PdavQ.jpg ilustrasi

JAKARTA - Pemilu pada 17 April 2019 mendatang akan berlangsung serentak antara pemilihan anggota legislatif (Pileg) dan pemilihan presiden (Pilpres). Dengan mengerucutnya figur Jokowi dan Prabowo, diprediksi dua partai politik (parpol) utama pengusung calon presiden dan wakil presiden (capres-cawapres) akan menuai coattail effect.

Temuan hasil survei NEW INDONESIA Research & Consulting (NIRC) menunjukkan PDI Perjuangan dan Gerindra naik signifikan dibandingkan Pileg 2014 yang belum berjalan secara serentak. Di mana PDI Perjuangan meraih elektabilitas 26,2 persen, naik dari sebelumnya kurang dari 20 persen, sementara Gerindra dengan elektabilitas 14,1 persen kini menempati posisi runner up.

“Sementara itu yang belum menentukan pilihan makin mendekati satu digit, hanya tinggal 10,3 persen,” kata Manajer Riset NEW INDONESIA Research & Consulting Andreas Nuryono dalam siaran pers di Jakarta, pada Kamis (21/3/2019).

Sementara, parpol besar seperti Golkar dan Demokrat terancam turun suaranya. Golkar yang biasanya menempati juara pertama atau kedua rawan tergeser ke posisi ketiga. Elektabilitas Golkar saat ini tersisa tinggal 9,8 persen. Sedangkan Demokrat dengan elektabilitas 6,4 persen harus bersaing dengan PKB yang meraih 7,2 persen.

“Pada posisi papan tengah, sejumlah parpol diprediksi lolos maupun masih harus berjuang menembus ambang batas,” ujar Andreas.

(Baca Juga: Survei Membuktikan Pemilih Makin Mantap Pilih Jokowi-Ma'ruf)

Hanura menjadi parpol yang paling terancam tidak dapat mengirim wakil ke Senayan, sedangkan PBB dan PKPI dapat dipastikan kembali mengulangi kegagalan serupa pada Pileg 2014. Untuk parpol baru, elektabilitas Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mencapai 3,9 persen, sedangkan Perindo menyusul sebesar 1,9 persen.

“Dua parpol baru lainnya yaitu Berkarya dan Garuda berada pada posisi papan bawah dengan elektabilitas nol koma,” kata Andreas.

Dalam waktu kurang sebulan lagi, jumlah undecided voters akan terus berkurang. Artinya potensi kenaikan elektabilitas masih mungkin terjadi. “Para pemilih gamang akan makin memantapkan pilihan, khususnya pada musim kampanye terbuka dan penayangan iklan di media massa,” kata dia.

Survei NIRC dilakukan pada 1-10 Maret 2019, dengan jumlah responden 1.200 orang. Metode survei adalah multistage random sampling (acak bertingkat) dengan margin of error ±2,89 persen dan pada tingkat kepercayaan 95 persen.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini