nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Siklon Veronika Timbulkan Hujan Badai di Selatan Jawa

Agregasi KR Jogja, Jurnalis · Sabtu 23 Maret 2019 10:08 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 03 23 510 2033905 siklon-veronika-timbulkan-hujan-badai-di-selatan-jawa-Wkd4X7x2cg.jpg Foto Ilustrasi shutterstock

YOGYAKARTA - Hujan lebat disertai angin kencang diprediksikan masih akan terjadi di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam beberapa hari ke depan. Hal itu terjadi sebagai dampak munculnya siklon Veronika yang memicu terbentuknya palung tekanan rendah di selatan Jawa.

Hal tersebut berpotensi menimbulkan hujan lebat, terutama di bagian selatan Yogyakarta. Siklon tersebut juga membentuk area konvergensi atau pertemuan angin sehingga dapat memicu pembentukan awan-awan hujan di sejumlah wilayah di DIY.

“Siklon Veronika muncul setelah siklon Savana mulai punah dan tidak terlalu berpengaruh lagi terhadap cuaca di DIY. Dampak Siklon Veronika bagi kondisi cuaca di DIY, mengakibatkan palung tekanan rendah di Selatan Jawa. Daerah palung ini umumnya terjadi kondisi cuaca yang ekstrem masyarakat diminta mewaspadai hujan lebat dan gelombang tinggi di laut Selatan,” kata Kepala Kelompok Data dan Informasi Stasiun Klimatologi Yogyakarta, Djoko Budiyono, Sabtu (23/3/2019).

 sd

Djoko mengungkapkan, suhu permukaan laut di Perairan Selatan DIY yang cenderung menghangat (mencapai 28-30 derajat Celsius) perlu diimbangi dengan peningkatan kewaspadaan. Karena dampak menghangatnya suhu permukaan laut bisa memicu terjadinya peningkatan intensitas hujan disertai petir dan angin kencang dalam 2 sampai 3 hari ke depan.

Menyikapi kondisi tersebut, masyarakat perlu mewaspadai munculnya cuaca ekstrem yang dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, serta pohon tumbang.

“Memang saat ini siklon savanah sudah mulai menjauh. Tapi dengan munculnya Siklon Veronika di sebelah Barat Australia atau di Samudera Hindia mengakibatkan peningkatan intensitas hujan. Akibatnya bencana hidrometeorologi bisa menjadi ancaman yang datang setiap saat, untuk itu masyarakat harus waspada,” jelas Djoko.

 sd

Lebih lanjut, Djoko menambahkan, peningkatan intensitas hujan yang diprediksikan masih akan terjadi tidak bisa dianggap sepele. Untuk itu BMKG meminta kepada masyarakat, khususnya yang tinggal di daerah perbukitan dan bantaran sungai agar selalu waspada. Karena jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi dalam durasi lama bisa memicu terjadinya banjir dan tanah longsor.

“Wilayah DIY sebagian besar masih akan diguyur hujan sedang-lebat yang disertai angin kencang dan petir. Untuk itu masyarakat kami minta mewaspadai munculnya cuaca ekstrem,” ujarnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini