Ade Irfan menuturkan, dalam kampanye terbuka memang tidak bisa menghindari kejadian-kejadian di lapangan dengan optimal. Namun, ia kembali memastikan apa yang ditemukan Bawaslu akan menjadi bahan evaluasi bagi pasangan 01.
“Temuan yang disampaikan oleh Bawaslu itu menjadi bahan evaluasi lah, refleksi kami untuk ke depannya. Karena kan memang dalam kampanye terbuka ini kita tidak bisa menghindari kejadian-kejadian di lapangan itu dengan sangat sempurna,” tuturnya.
(Baca Juga: Rizal Ramli Sebut Prabowo-Sandi Mampu Tingkatkan Daya Beli Masyarakat)
Diberitakan sebelumnya, salah satu anggota Bawaslu, yakni Fritz Edward Siregar menyebutkan ada beberapa peraturan yang diduga dilanggar oleh kedua paslon di dalam kampanye, yakni mengikutsertakan anak-anak, menggunakan fasilitas milik negara, dan keterlibatan aparatur sipil negara (ASN).
“Misalnya, masih ada anak-anak di dalam kampanye. Padahal, itu kan tidak sesuai dengan komitmen kita. Kemudian, masih ada penggunaan fasilitas negara di mana ada beberapa pejabat yang menggunakan atau mobil pemerintah. Kemudian, ada ASN yang terlibat dan hadir saat kampanye. Kemudian, ada beberapa alat alat peraga yang bukan alat peraga parpol,” ujar Fritz Edward Siregar.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.