nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Trump Tandatangani Deklarasi Pengakuan Kedaulatan Israel Atas Dataran Tinggi Golan

Rahman Asmardika, Jurnalis · Selasa 26 Maret 2019 10:17 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 03 26 18 2035002 trump-tandatangani-deklarasi-pengakuan-kedaulatan-israel-atas-dataran-tinggi-golan-uNwt9X1XWp.jpg Presiden AS Donald Trump memegang deklarasi pengakuan AS atas kedaulatan Israel di Dataran Tinggi Golan dengan disambut tepuk tangan oleh Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu, Washington, 25 Maret 2019. (Foto: Reuters)

WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Senin menandatangani deklarasi yang mengakui aneksasi dan kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan yang disengketakan dengan Suriah pada 1967. Pengakuan tersebut memberikan dorongan bagi Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu yang akan menghadapi pemilihan umum dalam waktu dekat, dan memicu reaksi keras dari Suriah.

Dengan disaksikan oleh Netanyahu, Trump menandatangani deklarasi pengakuan Dataran Tinggi Golan sebagai wilayah Israel di Gedung Putih, sekaligus menandai perubahan pada kebijakan luar negeri yang telah dijalankan AS selama puluhan tahun.

Israel merebut Daratan Tinggi Golan dalam perang Arab-Israel 1967 dan mencaploknya pada 1981 dalam sebuah tindakan yang tidak diakui secara internasional.

BACA JUGA: Trump: Waktunya AS Akui Kedaulatan Israel di Dataran Tinggi Golan!

Trump mengatakan bahwa pengakuan AS terhadap Golan sudah sejak lama direncanakan dan mengatakan bahwa pengakuan itu diberikan untuk rakyat Israel. Demikian diwartakan Reuters, Selasa (26/3/2019).

Netanyahu menyambut tindakan Trump tersebut dan mengatakan Israel tidak pernah memiliki teman yang lebih baik. Dia mengingat kembali kepada dua perang yang terjadi sebelumnya dalam upaya membenarkan kebutuhan Israel untuk mempertahankan Golan.

Suriah bereaksi cepat terhadap proklamasi Trump, menyebutnya sebagai "serangan terang-terangan" pada kedaulatan dan integritas teritorialnya. Damaskus menegaskan bahwa Suriah memiliki hak untuk merebut kembali Golan dari Israel.

Juru Bicara PBB, Stephane Dujarric mengatakan, Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres “mengerti secara jelas bahwa status Dataran Tinggi Golan tidak berubah” meski ada pengakuan dari AS.

"Kebijakan PBB tentang Golan tercermin dalam resolusi Dewan Keamanan yang relevan dan kebijakan itu tidak berubah," kata Dujarric sebagaimana dilansir Reuters.

Pada 1981, resolusi Dewan Keamanan yang diadopsi dengan suara bulat oleh 15 anggota badan PBB itu menyatakan bahwa "keputusan Israel untuk memaksakan hukum, yurisdiksi dan administrasi di Dataran Tinggi Golan Suriah yang diduduki adalah batal demi hukum dan tanpa efek hukum internasional." Dewan Keamanan juga menuntut Israel untuk membatalkan keputusannya.

Kecaman dan penolakan terhadap keputusan Trump tersebut juga datang dari Turki, Liga Arab dan Palestina. Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu mengatakan pengakuan tersebut tidak dapat diterima, sementara Presiden Palestina, Mahmoud Abbas mengungkapkan penolakan kerasnya atas pengakuan tersebut.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini