nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Anak Sulung Risma Diperiksa Polisi soal Amblesnya Jalan Gubeng

Syaiful Islam, Jurnalis · Selasa 26 Maret 2019 18:44 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 03 26 519 2035289 anak-sulung-risma-diperiksa-polisi-soal-amblesnya-jalan-gubeng-3rIekTeUkb.jpg Anak sulung Risma diperiksa polisi soal amblesnya Jalan Gubeng (Foto: Syaiful/Okezoen)

SURABAYA - Penyidik Subdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Jatim terus mengembangkan kasus amblesnya Jalan Raya Gubeng, Surabaya. Kali ini penyidik memeriksa Fuad Benardi yang merupakan anak sulung Walikota Surabaya Teri Rismaharini. Fuad diperiksa sekira 4 jam oleh penyidik.

Dia juga dicecar 20 pertanyaan oleh penyidik seputar amblesnya Jalan Raya Gubeng. Fuad keluar dari ruang penyidik sendirian. Diduga kuat Fuad terlibat dalam proses perizinan untuk pembangunan basement di RS Siloam Surabaya.

Sebab, akibat pembangunan basement tersebut Jalan Raya Gubeng ambles. Saat ini jalan Raya Gubeng sudah bisa dilalui, setelah pemkot Surabaya melakukan recovery.

Fuad menyatakan dirinya diperiksa sebagai saksi mengenai Jalan Raya Gubeng yang ambles. Ia juga mengaku mendapat 20 pertanyaan dari penyidik. Tetapi dia membantah terlibat dalam kasus tersebut.

"Saya kan tidak tahu apa-apa masalah itu. Yang penting saya datang kesini untuk memenuhi panggilan sebagai saksi," ucap Fuad, Selasa (26/3/2019).

Jalan Gubeng yang ambles (foto: Koran Sindo)

(Baca Juga: Tersangka Amblesnya Jalan Gubeng Bertambah Jadi 6 Orang)

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera menjelaskan, polisi tidak akan tebang pilih dalam kasus amblesnya Jalan Raya Gubeng. Siapa yang terkait masalah Gubeng akan diperiksa.

"Termasuk perizinananya. Dan mereka-mereka yang terlibat di dalamnya. Fuad diperiksa mengenai mekanisme izin proyek," tandas Barung.

Seperti diketahui, Jalan Raya Gubeng, tepatnya di sekitar RS Siloam ambles pada 18 Desember 2018. Dengan panjang kurang lebih 30 meter dan lebar 15 meter. Polda Jatim menetapkan enam orang tersangka dalam kasus ini.

Para tersangka masing-masing berinisial RW, RH, LAH, DS, A, dan A. RW sendiri sebagai project manager PT NKE, RH project manager PT Saputra Karya, LAH sebagai engineering supervisor PT Saputra.

Lalu DS sebagai Dirut PT NKE, A Side manager PT NKE, dan A sebagai side manager PT SK. Mereka dianggap yang bertanggung jawab atas kasus amblesnya jalan Raya Gubeng Surabaya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini