JAKARTA - Jelang diselenggarakannya Pemilu 2019 pada 17 April mendatang, beberapa lembaga survei merilis temuan atau hasil-hasil dari survei yang dilakukan untuk mengetahui elektabilitas dari masing-masing pasangan calon presiden dan wakil presiden.
Kendati demikian, setiap lembaga survei memiliki hasil yang berbeda. Lantas apakah yang menyebabkan setiap lembaga survei memiliki hasil yang berbeda-beda?
Menurut pengamat politik, Adi Prayitno, kondisi tersebut terjadi dikarenakan beberapa hal. Salah satunya adalah perbedaan konteks dalam penentuan sampel yang dilakukan oleh setiap lembaga survei. Apalagi jika survei hanya dilakukan sekali terhadap responden yang telah ditentukan itu.
“Mungkin saja dalam penentuan sampelnya itu agak beda, makanya teman-teman metodologinya itu disebut dengan strata bertingkat itu,” ujar Adi Prayitno dalam diskusi publik ‘Kenapa Hasil Survei Beda?’ di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (26/3/2019).
Selain itu, Adi menjelaskan kalau setiap lembaga melakukan survei pada waktu yang bermacam-macam, yakni dalam rentan Januari hingga Maret. Dalam rentan waktu itu, tak menutup kemungkinan untuk terjadi peristiwa yang menguntungkan atau merugikan paslon.