nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tokoh Anti-Imigran Diduga Mendapat Sumbangan dari Pelaku Teror Masjid Selandia Baru

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis · Rabu 27 Maret 2019 16:10 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 03 27 18 2035679 tokoh-anti-imigran-diduga-mendapat-sumbangan-dari-pelaku-teror-masjid-selandia-baru-uyk4BbX3Mn.jpg Martin Sellner merupakan aktivis penentang imigran di Austria. Foto/Reuters

WINA – Seorang tokoh kelompok sayap kanan yang anti-imigran diduga menerima sumbangan dari pelaku teror dua masjid di Christchurch, Selandia Baru.

Martin Sellner adalah aktivis organisasi Identitarian Movement Austria (IBO). Ia mengaku telah mendapat sumbangan uang yang kemungkinan berasal dari tersangka utama penembakan dua masjid di Christchurch, Brenton Tarrant.

Namun Sellner menegaskan bahwa dirinya tidak terlibat dalam serangan yang menewaskan 50 orang dan melukai lusinan warga Muslim pada 15 Maret lalu.

Brenton Tarrant, warga Australia menyatakan dirinya penganut ideologi supremasi kulit putih.

Video yang diunggah di media sosial pada Senin lalu, Martin Sellner mengaku menerima pesan email perihal bantuan uang dari seseorang bernama "Tarrant".

BacaPesan PM Selandia Baru untuk Trump: "Ramahlah kepada Umat Islam"

BacaSelandia Baru Akan Larang Semua Jenis Senjata ala Militer Pasca-Penembakan Christchurch

Dia mengaku membalas email itu dengan ucapan "terima kasih" seperti yang dilakukannya terhadap pemberi sumbangan lainnya.

Namun demikian, "Saya tidak ada hubungannya dengan serangan teror tersebut," kata Sellner, seraya menambahkan bahwa organisasinya adalah kelompok anti-imigran yang menempuh jalan damai.

Dia mengatakan tim penyelidik menggerebek flatnya di Ibu kota Austria, Wina, Senin lalu dan menyita telepon, komputer, dan perangkat lainnya.

Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Austria, Christoph Pölzl mengatakan penggerebekan itu dilakukan oleh pasukan anti-teror atas perintah Kantor Kejaksaan Kota Graz, yang tengah menyelidiki kasus tersebut.

Juru bicara Kejaksaan Austria mengatakan mereka mencermati alamat email yang mencurigakan saat menyelidiki sumbangan sekitar $ 1.700 atau sekitar Rp 240 juta ke rekening organisasi IBO.

Foto/Reuters

Pihak berwenang Austria mengkonfirmasi pekan lalu Brenton Tarrant telah mengunjungi negara itu, kemungkinan pada November lalu, meskipun rincian aktivitasnya selama di negara itu tidak diketahui.

Sellner dikenal sebagai salah-seorang aktivis muda Sayap Kanan Jauh di Eropa.

Pada Maret tahun lalu, Sellner dan pasangannya, Brittany Pettibone - seorang vlogger dan anggota Sayap Kanan Jauh - ditolak masuk ke Inggris.

Pihak berwenang mengatakan kehadiran mereka di Inggris tidak "kondusif bagi kebaikan masyarakat".

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini