Siklon Tropis Veronica Ancam Perairan Selatan Jawa

Taufik Budi, iNews.id · Rabu 27 Maret 2019 00:30 WIB
https: img.okezone.com content 2019 03 27 512 2035391 siklon-tropis-veronica-ancam-perairan-selatan-jawa-KisVMUl3IN.jpg Ilustrasi (Foto: Ist)

CILACAP – Gelombang tinggi mengancam perairan selatan Laut Jawa hingga tiga hari ke depan sebagai dampak Siklon Tropis Veronica. Untuk itu, masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi serta wilayah pelayaran padat agar tetap selalu waspada.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Meteorologi Cilacap (BMKG) Stasiun Meteorologi Cilacap merilis peringatan dini gelombang tinggi berpeluang terjadi pada 26 Maret pukul 07.00 WIB - 29 Maret pukul 07.00 WIB.

(Baca Juga: Penjelasan BMKG soal Isu Fenomena Equinox Bisa Bikin Sunstroke dan Dehidrasi

Terdapat Siklon tropis Veronica (989 hPa) di Samudera Hindia barat laut Australia. Pola sirkulasi di Samudera Hindia barat daya Kepulauan Mentawai dan Samudra Pasifik Timur Laut Papua. Kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Natuna Utara, Perairan Kepulauan Sangihe - Kepulauan Talaud, Perairan utara Papua dan Kepulauan Kai - Aru.

“Kondisi ini mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di sekitar wilayah tersebut. Tinggi gelombang 1,25 - 2,5 meter berpeluang terjadi di perairan selatan Cilacap, perairan selatan Kebumen, perairan selatan Purworejo, dan perairan selatan Yogyakarta,” tutur prakirawan BMKG, Feriharti Nugrohowati, Selasa (26/3/2019).

“Tinggi gelombang 2,5 - 4,0 meter berpeluang terjadi di Samudera Hindia selatan Silacap, Samudera Hindia selatan Kebumen, Samudra Hindia selatan Purworejo, Samudera Hindia selatan Yogyakarta,” imbuhnya.

Ilustrasi

(Baca Juga: Siklon Veronika Timbulkan Hujan Badai di Selatan Jawa

Untuk itu, perlu diperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran. Perahu nelayan batas aman kecepatan angin tak lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter. Kapal tongkang kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 meter, dan Kapal Ferry kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter. Sementara kapal ukuran besar seperti kapal kargo/kapal Pesiar batas aman kecepatan angin tak lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4 meter.

“Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi serta wilayah pelayaran padat agar tetap selalu waspada,” katanya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini