Panwaslu: Tak Ada Unsur Kesalahan 6 Guru Honorer Pose Dua Jari Prabowo-Sandi

Anggun Tifani, Jurnalis · Kamis 28 Maret 2019 20:25 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 03 28 605 2036355 panwaslu-tak-ada-unsur-kesalahan-6-guru-honorer-pose-dua-jari-prabowo-sandi-QaPjsFnFxf.jpg Panwaslu Kronjo, Ulumudin. (Foto: Anggun Tifani/Okezone)

TANGERANG - Ketua Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan Kronjo, MK. Ulumudin angkat bicara terkait enam guru honorer SMAN 9 Kabupaten Tangerang yang diberhentikan, setelah beredar foto mereka berpose dua jari khas pendukung pasangan capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"Kita di sini gelar klarifikasi, terkait dengan pemecatan itu, karena untuk diketahui pemecatan itu dilakukan sebelum kajian kita selesai. Jadi, kita tidak tahu pemberhentian itu dilakukan oleh lembaga pendidikan itu," katanya di Kantor Panwaslu Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang, Kamis (28/3/2019).

Ulumudin mengatakan, saat itu laporan para guru honorer tersebut belum selesai dikaji, namun proses pemberhentian telah dilakukan. Untuk itu, pihaknya pun turut menyayangkan keputusan sebelumnya.

Foto: Ist

Usai dikaji lebih dalam, pihaknya tidak menemukan kesalahan pada keenam guru honorer tersebut karena mereka bukan Aparatur Sipil Negara (ASN).

(Baca juga: Panwaslu: Tak Ada Unsur Kesalahan 6 Guru Honorer Pose Dua Jari Prabowo-Sandi)

"Di sini kita kaji juga tidak ada unsur kesalahan pada mereka, karena mereka bukan ASN. Pada pasal yang disangkakan yakni Pasal 280 tahun 2017 soal Pemilu atas Perubahan PKPU Nomor 23 Tahun 2018 tentang Kampanye Umum. Kita kaji juga mereka bukan kampanye dan bukan tim sukses," tuturnya.

Dengan demikian, saat ini pihaknya akan memberi beberapa hasil kajian, yang nantinya akan diberikan kepada Dinas Pendidikan Provinsi Banten untuk kembali dikaji.

Diberitakan sebelumnya, beredar foto enam guru honorer berfoto dengan memamerkan stiker Prabowo-Sandi. Mereka juga berpose ‘salam dua jari’ khas capres 02 tersebut. Saat berfoto, keenam guru masih mengenakan pakaian dinas beratribut Pemprov Banten dan dilakukan di lembaga pendidikan.

Usai viral, Dinas Pendidikan Provinsi Banten melalui KCD Kabupaten Tangerang langsung melakukan pemecatan kepada 6 guru tersebut.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini