PADANG - Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade meminta Kapolri Jenderal Tito Kanavian untuk segera mengusut kasus Mantan Kapolsek Pasirwangi, AKP Sulman Azis yang mengaku diperintahkan Kapolres Garut untuk mendukung calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma'ruf Amin.
“Kita minta secara resmi Kapolri Tito Karnavian segera menginvestigasi hal ini Badan Pemenangan Nasional minta investigasi dari kapolri dan pengumuman resmi darti Kapolri bukan Kadiv Humas lagi,” kata Andre saat kunjungan ke Pasar Raya Padang, Sumatera Barat, Senin (1/4/2019).
Baca Juga: Bamsoet Minta Propam Selisik Isu Kapolres Garut Minta Kapolsek Menangkan Salah Satu Capres
BPN meminta langsung Jenderal Tito Karnavian mengumumkan investigasi secara resmi dan tidak lagi melalui Divisi Humas Mabes Polri.
“Saatnya Pak Tito Karnavian mengumunkan investigasi secara resmi karena ini tinggal berapa minggu lagi. Pemilihan umum jangan sampai ada ketidak-netralan, ketidak-adilan institusi negara, sekali lagi kita imbau kepolisian Anda akan lebih sejaterah kalau Prabowo yang jadi presiden dari pada Jokowi jadi tidak ada alasan kalau tidak netral,” ucap dia.
Diberitakan sebelumnya, Kabid Humas Polda Jabar Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko membantah adanya upaya penggalangan kekuatan untuk memenangkan salah satu calon presiden tertentu. Hal itu mencuat setelah AKP Sulman memberikan keterangan pers kepada awak media.
Dalam keterangannya, AKP Sulman mengatakan diperintahkan oleh Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna, untuk menggalang dukungan bagi Jokowi pada Pilpres 2019.
"Tidak benar. Diatur di Undang-undang Nomor 2 Tahun 2002 Tentang Polri Pasal 28 ayat 1 dan 2, Polri harus netral," kata Trunoyudo tegas.
Baca Juga: Polda Jabar Bantah Mutasi AKP Sulman Azis karena Ada Perintah Dukung Jokowi
Bantahan juga dilontarkan Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna soal adanya mobilisasi untuk memilih capres 01. Dikonfirmasi terpisah, Budi mengatakan pengumpulan jajaran Kapolsek di Mapolres biasa dilakukan setiap bulan untuk memetakan kerawanan.
“Kalau dari pengakuannya mengarahkan, saya tidak pernah mengarahkan," ujar Budi.
(Fiddy Anggriawan )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.