nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polda Jabar Bantah Mutasi AKP Sulman Azis karena Ada Perintah Dukung Jokowi

CDB Yudistira, Jurnalis · Senin 01 April 2019 10:35 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 04 01 525 2037623 polda-jabar-bantah-mutasi-akp-sulman-azis-karena-ada-perintah-dukung-jokowi-KBrtsI00yu.jpg Ilustrasi Polri (foto: Okezone)

BANDUNG - Mantan Kapolsek Pasirwangi, Kabupaten Garut, AKP Sulman Azis mengatakan mutasi terhadapnya diduga dilatar-belakangi adanya perintah untuk mendukung calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma'ruf Amin.

Namun, hal itu dibantah Kabid Humas Polda Jabar Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko. Menurut dia, mutasi terhadap AKP Sulman Azis adalah hal yang biasa dalam organisasi di Polri.

Baca Juga: AKBP Zahwani Pandra, Kabid Humas Polda Lampung Baru Sudah Donorkan Darahnya 105 Kali 

"Mutasi hal biasa dalam organisasi dan sebagai penyegaran di tubuh internal Polri. Semua jabatan ada batasannya, tidak mungkin selamanya," ujar Trunoyudo, Senin (1/4/2019).

Dia juga membantah adanya upaya penggalangan kekuatan untuk memenangkan salah satu calon presiden tertentu. Hal itu mencuat setelah AKP Sulman memberikan keterangan pers kepada awak media.

Dalam keterangannya, AKP Sulman mengatakan diperintahkan oleh Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna, untuk menggalang dukungan bagi Jokowi pada Pilpres 2019.

"Tidak benar. Diatur di Undang-undang Nomor 2 Tahun 2002 Tentang Polri Pasal 28 ayat 1 dan 2, Polri harus netral," ucap ‎Trunoyudo tegas.

Sementara pengakuan AKP Sulman di kantor LBH Lokantara bersama Haris Azhar memiliki konsekuensi hukum, Trunoyudo mengatakan, institusi Polri memiliki mekanisme tersendiri terkait hal itu.

"Tentu ada mekanismenya nanti dari fungsi pengawasan karena seluruh personel Polri terikat aturan," ujar dia.

Bantahan juga dilontarkan Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna soal adanya mobilisasi untuk memilih capres 01. Dikonfirmasi terpisah, Budi mengatakan pengumpulan jajaran Kapolsek di Mapolres biasa dilakukan setiap bulan untuk memetakan kerawanan.

“Kalau dari pengakuannya mengarahkan, saya tidak pernah mengarahkan," ujar Budi.

Baca Juga: Kapolri Sebut Aceh Masuk Wilayah Kategori Aman 

Disinggung mengenai pencopotan kepada AKP Sulman Aziz, ia mengatakan kebijakan tersebut adalah hal wajar dalam institusi Polri. Lagipula, yang bersangkutan sudah menduduki jabatan kapolsek selama dua tahun.

“Wewenang kapolsek mutasi itu dari Polda bukan Polres. Kalau anggota ya Kapolres, kalau Kapolsek ke atas ya Polda bukan saya,” tutur Budi.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini