“Jika kurang beruntung, bisa saja ada parpol papan tengah yang tereliminasi,” kata Dendik. (Baca Juga: Hasil Survei: Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf 54,1% dan Prabowo-Sandi 34%)
Pada papan bawah adalah parpol-parpol yang hampir pasti tidak lolos. Di antaranya adalah Hanura yang saat ini memiliki kursi di Senayan, elektabilitasnya hanya 1,0 persen. Sisanya parpol dengan elektabilitas nol koma, yaitu PBB (0,9 persen), Berkarya (0,7 persen), PKPI (0,5 persen), dan Garuda (0,1 persen).
Menurut Dendik, Pileg 2019 akan mengubah konfigurasi parpol di parlemen. Di urutan teratas, sambungnya, PDI Perjuangan dan Gerindra menjadi parpol terbesar, di mana sebelumnya Golkar selalu membayangi PDIP. PKB bertukar tempat dengan Demokrat, dengan posisi Demokrat yang terus merosot sejak Pileg 2014. Sementara Nasdem yang merupakan parpol baru pada Pileg 2014 akan bersaing dengan dua parpol baru, yaitu PSI dan Perindo.
“Bertambahnya jumlah parpol baru, termasuk Berkarya dan Garuda, menjadikan persaingan di papan tengah akan sangat keras,” kata Dendik.
Untuk diketahui, Survei Polmatrix Indonesia dilakukan pada 20-25 Maret 2019, dengan jumlah responden 2000 orang. Metode survei adalah multistage random sampling (acak bertingkat) dengan margin of error ±2,2 persen dan pada tingkat kepercayaan 95 persen. (aky)
(Amril Amarullah (Okezone))
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.