nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Perempuan di Bali Divonis 3 Tahun Bui karena Poliandri dan Tipu Suami

Agregasi Balipost.com, Jurnalis · Selasa 02 April 2019 11:05 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 04 02 244 2038124 perempuan-di-bali-divonis-3-tahun-bui-karena-poliandri-dan-tipu-suami-BXDp1fwfVk.jpeg Komang Ayu Puspa Yeno menjalani sidang putusan di PN Negara (Foto: Balipost)

NEGARA – Kasus penipuan seorang istri terhadap suami yang disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Negara masuk tahap pembacaan putusan Majelis Hakim, Senin 1 April 2019. Terdakwa Komang Ayu Puspa Yeni (32) dinyatakan bersalah telah menipu suaminya dan divonis 3 tahun pidana penjara. 

Seperti yang terungkap dalam sidang, terdakwa yang lulusan SMP ini, selama dua tahun telah memperdayai korban, IGA warga Gilimanuk yang tidak lain suaminya. Komang Ayu kepada IGA, mengaku masih gadis dan sedang menempuh kuliah Kedokteran di salah satu Universitas Negeri di Yogyakarta.

(Baca Juga: Polisi Ringkus Pelaku Penggelapan 58 Mobil di Singkawang)

Padahal, terdakwa masih berstatus istri sah seorang polisi di Ngawi, Jawa Timur sehingga dia melakukan poliandri. Selama menjalani pernikahan itu, korban dimintai uang hingga total mencapai Rp1,4 miliar.

Uang yang dikirim bertahap tersebut alasannya untuk biaya kuliah kedokteran. Untuk meyakinkan korban yang berstatus duda ini, terdakwa menunjukkan bukti foto-foto praktik dokter serta surat keputusan pengangkatan PNS.

Ilustrasi

Ternyata, dari fakta di persidangan, terungkap uang tersebut digunakan untuk modal usaha salon dan kursus kecantikan. Terdakwa juga memberikan pengakuan palsu, bahwa masih gadis. Padahal, sejatinya masih berstatus istri sah orang.

Dalam sidang, majelis hakim dengan ketua majelis hakim I Gede Yuliartha serta dua hakim anggota Mohammad Hasanuddin Hefni dan Alfan Firdauzi Kurniawan memutuskan, terdakwa secara sah telah melakukan tindak pidana penipuan. Sesuai yang termaktub dalam Pasal 378 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Majelis hakim mengganjar vonis 3 tahun penjara.

(Baca Juga: Mengaku Bisa Gandakan Uang, Nenek Tipu Warga Ratusan Juta Rupiah)

Vonis tersebut 6 bulan lebih rendah dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Gedion Ardana Reswari. Berdasarkan pembacaan putusan, hal yang dinilai meringankan terdakwa bersikap sopan di persidangan dan mengakui serta menyesali perbuatannya.

Sedangkan hal yang memberatkan, selain merugikan korban dan belum ada penggantian, perbuatan terdakwa juga dinilai meresahkan masyarakat. Mendengar putusan tersebut, terdakwa mengaku masih pikir-pikir. Begitu halnya JPU juga mengaku masih pikir-pikir.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini