Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Isra Mikraj Tafsir Pilpres

Opini , Jurnalis-Kamis, 04 April 2019 |20:20 WIB
Isra Mikraj Tafsir Pilpres
Pemilu (Okezone)
A
A
A

Isra Mikraj merupakan peristiwa religiusitas umat Islam dalam proses penerimaan perintah shalat lima kali dalam sehari. Shalat kemudian menjadi salah satu rukun Islam setelah syahadat kemudian puasa, zakat dan haji. Menjadi rukun karena sebagai pondasi yang diwajibkan bagi orang-orang yang mengimani keesaan Tuhan.

 Baca juga: Pilpres di Antara Cinta dan Nestapa

Lalu kenapa Isra Mikraj terjadi dimalam hari?, dalam pandangan penulis ada dua analisis yakni pertama, peristiwa Isra Mikraj merupakan kejadian luar biasa, diluar jangkauan akal sehat manusia. Bisa dibayangkan jika peristiwa itu terjadi disiang hari dan disaksikan banyak manusia bukan tidak mungkin Nabi Muhammad akan disembah manusia lainnya sebagai tuhan.

Kedua, waktu malam hari merupakan waktu tenang, ruang berpikir kontemplatif dan saat merenung kebesaran ciptaan Tuhan atas isi jagat alam raya. Itulah sehingga perintah shalat lainnya, shalat tahajud (qiyaamul lail) berada di surah yang sama (al-Isra) yang dilaksanakan pada malam hari untuk mengangkat manusia menuju tempat terpuji dan malam pula adalah waktu terbaik memohon doa dan ampun kepada Allah SWT (32:16-17; 51:17-18).

Jika dibandingkan dengan akal sehat manusia, jarak antara Mekah ke Yerusalem atau Palestina sepanjang 1.500 kilometer arah utara kota Mekah biasanya ditempuh dalam waktu beberapa bulan dengan moda transportasi pada masa itu berkendara unta, kuda atau keledai dan tidak mungkin dalam waktu semalam.

Tuhan sendiri dalam ayat itu memberi pengakuan bahwa perjalanan semalam Isra Mikraj sebagai tanda kekuasaan dan kebesaran-Nya atas ketidakmampuan nalar manusia. Sesuatu diluar jangkaun nalar atau kaget atas suatu peristiwa besar dan tiba-tiba, kita sering berucap, “subhanallah” demikian diayat ini Tuhan menyampaikan lebih awal subhanallah agar peristiwa Isra Mikraj tidak membuat kaget dan jantungan karena tak terjangkau pikiran manusia.

Sementara peristiwa Mikraj diterangkan dalam surah An-Najm (bintang) menunjukkan perjalanan menuju ke sidratun muntaha ditandai dengan bintang gemintang yang kilauannya akan nampak sangat indah dimalam hari yang memesona mata manusia sampai menembus langit ke tujuh (bersemayam diatas arsy) menerima perintah shalat.

Jangan lupa bahwa perintah shalat awalnya sebanyak 50 (lima puuh) kali sehari semalam. Lalu ketika berjumpa Nabi Musa sekembali menghadap Tuhan terjadi diskusi antara keduanya, Rasulullah dan Musa. Musa memberi saran kepada Rasulullah memohon kembali kepada Tuhan agar perintah lima puluh kali shalat dikurangi.

Bolak-balik atas saran Musa, Rasulullah sampai dijumlah lima kali shalat dalam sehari itupun masih disarankan agar kembali lagi meminta keringanan perintah shalat namun Rasulullah sudah merasa malu, hingga Tuhan berfirman, bahwa tiap-tiap satu waktu shalat bernilai 10 kali lipat pahala dan dalam shalat lima kali sehari setara dengan 50 kali shalat.

 Baca juga: Menteri Agama (Tidak Perlu) Mundur

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement