Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Isra Mikraj Tafsir Pilpres

Opini , Jurnalis-Kamis, 04 April 2019 |20:20 WIB
Isra Mikraj Tafsir Pilpres
Pemilu (Okezone)
A
A
A

PERISTIWA Isra Mikraj diperingati umat Islam sedunia setiap tahunnya pada penanggalan kelender Hijriah di bulan Rajab (ketujuh) malam ke-27 bertepatan dengan 3 April 2019. Tahun 2020 diperkirakan akan jatuh pada 22 Maret dengan bulan dan tanggal sama tahun Hijriah yang disepakati umum para jumhur ulama.

Soal penaggalan Isra Mikraj dalam pemikiran Islam tidaklah tunggal, setidaknya ada enam pendapat terkait waktu kejadian Isra Mikraj. Syaikh Shafiyyuraman Al Mubarakfuri dalam kitab Ar-Rahiqul Makhtum menguraikan ragam pendapat tersebut diantaranya bahwa Isra Mikraj terjadi pada bulan ramadhan tahun ke-12 kenabian.

Ada juga pendapat bahwa Isra Mikraj terjadi ketika Rasulullah menerima wahyu pertama seperti pandangan At-Thabari, sementara An Nawawi dan Al Qurthubi berpendapat bahwa Isra Mikraj berlangsung lima tahun setelah Rasulullah diutus menjadi Nabi.

 Baca juga: Menyelamatkan Suara Rakyat dalam Pemilu 2019 dengan Solusi Three in One

Terlepas dari perbedaan pandangan secara historis, ini menunjukkan keseriusan para ilmuan muslim melacak akar sejarah peristiwa besar itu, seperti halnya ditunjukkan Ibnu Katsir dalam kitabnya Al Bidayah wan Nihayah atau Ibnu Hisyam yang melakukan pencarian melalui kisah-kisah shahih dalam Alquran dan sunnah atau Syekh Akram Dhiya’ Al Umuri yang mengarang kitab Shahih Sirah Nabawiyah juga mengulas Isra Mikraj.

Pelbagai kitab diatas, secara substansi tidaklah bertentangan satu dengan lainnya. Perbedaannya terletak pada interpretasi sumber utama yakni Alquran dan hadis dan tentu saja soal matan (konten), perawi (yang menyampaikan) dan situasi yang memengaruhinya sesuai dengan keadaan yang terekam langsung dari Rasulullah.

Didalam Alquran, peristiwa Isra Mikraj penggambarannya dapat dibaca dalam surah Al-Isra (17) : 1 dan Surah An-Najm (53) : 13-18. Kedua surah itu berbicara diwaktu malam, Al-Isra diartikan memperjalankan diwaktu malam dan An-Najm bermakna bintang, yang hanya dapat dilihat pada malam hari.

Dari pengertian umum, Isra Mikraj berarti perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram (Mekah) ke Masjidil Aqsa (Yerusalem) lalu dari Yerusalem ke Sidratul Muntaha (langit ketujuh) dimana Rasulullah menerima perintah shalat lima kali dalam sehari. Peristiwa ini pula mendudukkan wilayah Yerusalem sangat penting dan disucikan bagi umat Islam dunia, selain sebagai kiblat pertama juga berkaitan dengan peristiwa Isra Mikraj Rasulullah.

Peristiwa Religiusitas

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement