nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

21 Penderita Gangguan Jiwa di Yogya Dipasung Keluarganya karena Takut Ganggu Warga

Agregasi Harian Jogja, Jurnalis · Jum'at 05 April 2019 13:04 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 04 05 510 2039383 21-penderita-gangguan-jiwa-di-yogya-dipasung-keluarganya-karena-takut-ganggu-warga-TI33voa7vB.jpg Sardi Berada di Dalam Ruangan Kecil Sebelum Dievakuasi Dinkes Gunungkidul (foto: Ulil Febriani/HarianJogja)

GUNUNGKIDUL - Di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masih banyak ditemukan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang dipasung. Pemasungan dilakukan lantaran pihak keluarga takut menggangu ketenteraman masyarakat sekitar.

Berdasar data Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul, hingga saat ini terdapat 21 ODGJ yang dipasung. Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular dan Zoonosis Dinkes Gunungkidul, Yudo Hendratmo, mengatakan dari 21 kasus ODGJ yang dipasung, ada 12 ODGJ di antaranya yang usianya masih produktif yaitu umur 15 hingga 59 tahun.

Baca Juga: Penderita Gangguan Jiwa Antusias Dibolehkan Ikut Mencoblos saat Pemilu 

Menurutnya, selain menimbulkan kecemasan pada masyarakat, ODGJ juga melukai dirinya sendiri. "Itu juga menjadi salah satu alasan ODGJ dipasung," kata Yudo, Kamis 4 April 2019.

Yudo menjelaskan pemasungan yang dilakukan tidak selalu dengan cara dirantai, tetapi dikurung dalam suatu ruangan agar tidak berinteraksi dengan dunia luar. Dinkes Gunungkidul sangat menyayangkan, terlebih pemasungan bukanlah cara yang efektif untuk menghadapi ODGJ. Meski demikian diakuinya, anggota keluarga mencoret mereka (penderita gangguan jiwa) dari daftar kartu keluarga (KK).

"Akibatnya mereka tidak mempunyai jaminan kesehatan yang diberikan oleh pemerintah jadi tidak bisa berobat," ucapnya menjelaskan.

Di sisi lain, masyarakat yang cenderung memandang ODGJ dengan pandangan negatif membuat mereka tidak diterima oleh masyarakat. Belum lagi, terkadang ada pihak keluarga yang malu untuk mengakui jika ada anggota keluarganya yang menderita gangguan jiwa. Faktor ini menjadi penghambat proses penyembuhan selain melalui cara medis.

Ketua Komisi D DPRD Gunungkidul, Herry Kriswanto, mengungkapkan pemasungan dapat dicegah dengan cara deteksi dini ODGJ yang berpotensi dipasung. Menurutnya, apabila ada keluarga yang anggota keluarganya menderita gangguan jiwa, perlu diberi edukasi.

Baca Juga: KPU Pangandaran Nyatakan Orang Dengan Gangguan Jiwa Punya Hak Pilih 

"Edukasi bagaimana seharusnya memperlakukan kerabat yang mengalami gangguan jiwa secara manusiawi, karena keluarga jadi kunci utama kesembuhan mereka," ujar Herry.

Saat ini Pemda DIY sudah memiliki Peraturan Gubernur (Pergub) DIY No.81/2014 tentang Pedoman Penanggulangan Pemasungan. Dengan adanya peraturan tersebut, diharapkan pemasungan terhadap ODGJ bisa dihilangkan.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini