Dia curhat tentanng dirinya yang sudah 33 tahun ditinggal suami. Hidup bersama empat anak, keadaan ekonominya pas-pasan. Demi mencari nafkah, ia berjualan roti keliling setiap hari. Modalnya pun ia dapat dari pinjaman tetangga.

“Saya sudah 33 tahun ditinggal suami,” ujar Ida. Dia mengaku senang bisa mengikut bazar tersebut, karena cukup meringankan kebutuhannya.
Sementara nenek berusia 75 tahun, Omah juga menyampaikan harapannya untuk Partai Perindo agar kelak memperhatikan kesehatan masyrakat kecil bisa lebih baik lagi.
Di acara tersebut, Hary mengatakan bazaar murah bukan hanya dilakukan saat ini saja, melainkan telah menjadi program rutin Partai Perindo sejak lama.