Share

TKN Jelaskan Perbandingan Pembangunan Infrastruktur Indonesia dengan China

Fakhri Rezy, Okezone · Senin 08 April 2019 08:42 WIB
https: img.okezone.com content 2019 04 08 605 2040377 tkn-jelaskan-perbandingan-pembangunan-infrastruktur-indonesia-dengan-china-9NV0lG39HL.jpg Infrastruktur (Reuters)

JAKARTA - Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma’ruf Amin merespon penilaian ekonom senior Rizal Ramli soal pembangunan infrastruktur Indonesia. Pasalnya, Rizal menyebutkan pembangunan Indonesia tidak sama dengan di China.

Juru Bicara TKN Jokowi-Ma'ruf Amin, Inas Nasrullah Zubir merespon pernyataan Rizal. Inas mengatakan, Rizal Ramli tidak menyebutkan dari tahun berapa sampai dengan tahun berapa pertumbuhan sebesar 12% di China.

 Baca juga: TKN Kaget dengan Istilah yang Digunakan Prabowo saat Kampanye di GBK

"Apa betul ngawur? Atau jangan-jangan kecerdasan Rizal Ramli hanya dijadikan alat untuk mengelabui rakyat semata. dia sengaja menutup-nutupi apakah pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang 12% tersebut terjadi sebelum pembangunan infrastruktur yang masif di Tiongkok atau sesudahnya?" ujarnya dalam keterangan, Jakarta, Senin (8/4/2019).

Adapun sebelumnya, pada 4 April 2019 lalu, Inas sempat berdebat dengan Rizal Ramli. Salah satu argumennya yang dibantah oleh Rizal Ramli adalah tentang pembangunan infrastruktur distribusi/konektifiti seperti jalan pelabuhan di China.

 konektivitas pelabuhan

"Saya katakan bahwa Tiongkok membangun infrastruktur bukan karena sesuai kebutuhan suatu wilayah atau daerah, melainkan infrastruktur tersebut dibangun untuk konektivitas dan distribusi antar wilayah agar perekonomian berkembang dan tumbuh," jelasnya.

 Baca juga: 5 Fakta Kampanye Akbar Prabowo-Sandi Jadi Sorotan di SUGBK

Menurut Rizal, argumen Inas ngawur lantaran dirinya mengaitkan pembangunan infrastruktur di Tiongkok dengan pertumbuhan ekonominya selama 25 tahun, yakni 12%.

Dijelaskan Inas, pada periode 1980-1990, infrastruktur di Tiongkok sangat menyedihkan dan penyebab utama bottleneck (leher botol) pada perekonomian di sana, di mana pertumbuhannya hanya 3,9% pada tahun 1990. Kemudian, Tiongkok mulai menggenjot pembangunan infrastruktur dari tahun 1992 s/d 2013, seperti jalan raya, kereta api, bandara, dan pelabuhan dan lain-lain yang justru kemudian menjadikan pertumbuhan ekonomi Tiongkok menjadi melesat.

"Jika Jokowi memulai dan melakukan hal yang sama dengan Tiongkok di mana pertumbuhan kita malahan lebih baik daripada ketika Tiongkok memulai pembangunan infrastruktur maka diharapkan akan menumbuhkan sentra-sentra perekonomian di berbagai wilayah di Indonesia," pungkasnya.

Baca juga: 5 Fakta Kampanye Akbar Prabowo-Sandi Jadi Sorotan di SUGBK

Sebelumnya, Rizal meragukan pernyataan anggota TKN Jokowi-Ma'ruf tidak cerdas. Apalagi keduanya menggunakan analogi bahwa kebutuhan pembangunan infrastruktur di Indonesia sama dengan di China.

"Itu retorika yang tidak cerdas, dia (kubu 01) membandingkan pembangunan infrastruktur di Indonesia sama dengan China, itu ngawur berat. China itu pertumbuhan ekonominya 12% selama 25 tahun. Jadi kalau China membangun infrastruktur jor-joranan, enggak ada masalah karena pertumbuhan ekonominya 12%, pasti akhirnya investasinya balik," kata Rizal.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini